Amazon Gandeng Getty Images untuk Perbaiki Gaya Visual Alexa

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 19 Sep 2018 11:46 WIB
amazon
Amazon Gandeng Getty Images untuk Perbaiki Gaya Visual Alexa
Amazon bekerja sama dengan Getty Image guna memperbaiki gaya visual asisten digitalnya, Alexa.

Jakarta: Resmi meluncur pada tahun 2014 lalu, Alexa kini mulai sedikit demi sedikit kehilangan pijakan pada persaingan di ranah teknologi kecerdasan buatan (AI), melawan kompetitornya, Google Assistant.

Namun, Amazon mencoba memperbaiki kekurangan Alexa melalui fitur bertajuk gaya visual. Sebelumnya, asisten virtual raksasa e-commerce dan teknologi asal Amerika Serikat ini tampil kurang baik dalam hal pemahaman percakapan dengan akses dan IQ secara keseluruhan.

Amazon tengah berupaya memastikan speaker cerdas Echo Show dan Echo Spot dengan layar sentuh akan tampil unggul dari kompetitor dalam kategori smart display.

Upaya lebih unggul dari perangkat pada kategori smart display dari produsen seperti Lenovo, JBL, dan LG dilakukan Amazon dengan bekerja sama dengan sejumlah pemimpin di ranah komunikasi visual.

Dalam kurun waktu dekat, dua speaker Echo akan dapat menampilkan jawaban relevan dan berkualitas dalam bentuk konten Getty Images premium.

Konten ini akan menjadi jawaban pertanyaan seperti pemenang penghargaan aktris terbaik di Academy Award terakhir, atau ibukota Uruguay. Pada dasarnya, alih-alih bergantung pada pencarian Bing dan Wikipedia seperti sebelumnya, Alexa akan memanfaatkan perpustakaan Getty berisi lebih dari 300 juta aset.

Dengan memanfaatkan aset Getty ini, Amazon ingin menghadirkan tampilan visual terbaik di kelasnya saat pengguna Echo membutuhkannya. Namun, pengguna Echo Show dan Echo Spot tidak perlu membayar lebih untuk layanan ini.

Sementara itu umumnya, mengunduh saty gambar dari Getty Images membebankan pengguna biaya sebesar USD500 (Rp7,5 juta). Dapat mencari konten Getty Images tidak berarti pengguna dapat menggunakannya secara gratis tanpa lisensi.

Hal ini mengindikasikan bahwa Amazon berupaya untuk menghambat popularitas perangkat Google Home. Sebelumnya, Google dirumorkan tengah mempersiapkan perangkat smart display karyanya, dan Alexa disebut berupaya memperoleh seluruh konten premier untuk menghadapi peningkatan popularitas Google Assistant.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.