India Butuh 3 Juta Pelaku Profesional Keamanan Siber

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 14 May 2018 18:02 WIB
teknologi
India Butuh 3 Juta Pelaku Profesional Keamanan Siber
IBM sebut India membutuhkan sebanyak tiga juta tenaga profesional keamanan siber untuk tingkatkan pendapatan.

Jakarta: IBM mengungkap terdapat kekurangan besar terkait dengan tenaga profesional di India, dan mendorong lulusan muda untuk menekuni segmen tersebut.

Menurut IBM, keamanan siber menjadi segmen dengan pendapatan tinggi dan sebagai opsi karir yang menguntungkan.

IBM menyebut India membutuhkan tenaga profesional di bidang keamanan siber sebanyak 3 juta orang, namun saat ini hanya tersedia sebanyak 100 ribu tenaga profesional.

Director and Global Integrated Leader Ananda K Vaideeswaran menyebut terdapat peluang bagi lebih banyak jumlah tenaga profesional di bidang ini.

Sementara itu, Integrated Security Leader IBM India dan South Asia Kartik Shahahni menjelaskan bahwa persentase kontribusi solusi keamanan saat ini mencapai digit ganda, pada pendapatan India. Selain itu, Shahahni menyebut profesional keamanan siber lebih produktif menjadi hal yang menguntungkan.

Sebab jumlah pendapatan yang dapat dihadirkan profesional keamanan siber untuk negara lebih tinggi jika dibandingkan dengan jumlah pendapatan yang dapat dibandingkan dengan tenaga profesional non-keamanan siber. Komentar ini menanggapi kekhawatiran yang berkembang di masyarakat terkat dengan sektor teknologi informasi dari perspektif tenaga kerja.

Dengan semakin banyak tugas yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan otomisasi berkat dukungan teknologi lebih baru seperti kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin, semakin sedikit masyarakat yang dibutuhkan oleh sektor TI domestik bernilai USD160 miliar (Rp2.253,5 triliun) untuk melakukan pekerjaan yang sama dibandingkan dengan pekerjaan lainnya.

Selain itu, IBM juga menyebut terdapat kebutuhan untuk mengubah metode pembelajaran di institusi pendidikan, baik dari pendidikan dasar, tingkah menengah dan atas, serta universitas.

Perubahan ini dinilai akan membantu industri untuk mendapatkan bakat yang sesuai guna mendukung perkembangannya.

Saat ini, IBM menyebut tengah bekerja sama dengan sejumlah universitas dan sekolah tinggi teknologi untuk menghasilkan bakat yang dibutuhkan guna mendukung bisnisnya. Selain itu, IBM juga bekerja sama dengan Data Security Council India dan Mody University of Science & Technology, di antara institusi pendidikan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.