F5 Network Ungkapkan Tren Aplikasi Cloud Semakin Meningkat

Riandanu Madi Utomo    •    Kamis, 20 Aug 2015 16:30 WIB
f5 networks
F5 Network Ungkapkan Tren Aplikasi Cloud Semakin Meningkat
Penggunaan aplikasi cloud semakin populer di kalangan perusahaan Asia Pasifik

Metrotvnews.com: F5 Network baru-baru ini mengumumkan hasil temuan dari survey "The State of Application Delivery in APAC 2015" yang dilakukannya. Dalam temuannya tersebut, F5 Networks mengungkapkan bahwa berbagai macam aplikasi kini telah bergeser dan dipindahkan ke sistem komputasi awan (cloud). Hal tersebut menandakan bahwa tren "cloud-first" telah banyak dianut oleh perusahaan di kawasan Asia Pasifik (APAC).

Selain mengungkapkan tren cloud-first yang semakin marak, F5 Networks juga mengungkapkan bahwa penggunaan aplikasi di perusahaan kawasan APAC semakin populer. Hal tersebut juga diprediksi tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Dari survey yang dilakukan, 45 persen responden kini menjalankan 1 hingga 200 aplikasi di perusahaannya, sedangkan 10 persen di antaranya telah menjalankan lebih dari 3.000 aplikasi di dalam perusahaannya. Uniknya, 41 persen responden yang merupakan pengambil keputusan di bidang IT sebuah perusahaan mengatakan bahwa hampir seperempat dari aplikasinya tengah dipertimbangkan untuk dipindahkan ke sistem cloud di tahun 2016 mendatang.

"Melihat peran aplikasi yang semakin krusial di dalam strategi bisnis, semakin banyak perusahaan berusaha meyakinkan diri mereka untuk mempercayakan cloud sebagai basis penerapan aplikasi selayaknya on-premise," ujar Emmanuel Bonnassie, Senior Vice President, Asia Pacific, F5 Networks.

Emmanuel juga mengatakan bahwa tingkat ketergantungan perusahaan terhadap aplikasi terus meningkat. Hal tersebut dikarenakan aplikasi menjanjikan sebuah perusahaan dapat mendorong peningkatan produktivitas karyawan dan produksi. Selain cloud, ada pula tren ekosistem hybrid yang juga tengah berkembang di kalangan perusahaan di kawasan APAC. Tren hybrid sendiri merupakan kombinasi dari berbagai solusi offline dan online pada sistem IT di perusahaan.


(ABE)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.