Facebook Bakal Lebih Jujur Soal Data Iklan Video

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 17 Nov 2016 16:19 WIB
media sosialfacebook
Facebook Bakal Lebih Jujur Soal Data Iklan Video
Facebook menawarkan transparansi data video iklan lebih baik melalui blog barunya, Matrix FYI.

Metrotvnews.com: Dua bulan setelah Facebook mengakui akan adanya peningkatan waktu rata-rata konsumsi iklan video penggunanya, perusahaan jejaring sosial ini berjanji akan menyuguhkan data dengan lebih baik kepada pengiklan.

Data tersebut diberikan dengan tujuan untuk memberikan gambaran kepada pengiklan terkait dana yang mereka keluarkan selama beriklan di Facebook. Untuk mendukung tujuannya tersebut, Facebook juga meluncurkan blog baru yang disebut Metrics FYI, yaitu media untuk berbagi update dan koreksi data yang dikumpulkannya.

Facebook mengklaim, tindakan ini juga bertujuan menarik perhatian pengiklan untuk lebih aktif beriklan melalui video di platform miliknya, yang menjadi fokus utama Facebook agar pendapatannya terus bertumbuh. Facebook juga menerapkan kisaran harga lebih tinggi dibandingkan dengan pengiklan yang hanya memanfaatkan foto dan teks.

Selain itu, tindakan ini juga dinilai sebagai cara Facebook untuk menanggapi kritik terkait transparasi pengukuran performa video iklannya. Selain Facebook, Alphabet Inc dan sejumlah perusahaan digital lain juga menghadapi kritik serupa.

Umumnya, kurangnya standar metode penghitungan konsumsi waktu masyarakat saat menonton video online menjadi permasalahan utama bagi pengiklan. Sementara itu, nilai saham Facebook dilaporkan menurun 2,5 persen pada perdagangan pra-pasar di New York Stock Exchange.

Pada bulan September lalu, Facebook memberitahukan kepada pengiklan bahwa waktu rata-rata yang dihabiskan pengguna untuk menyaksikan iklan online telah ditingkatkan secara disengaja. Sebab tolok ukur peningkatan tersebut hanya didasarkan pada perhitungan waktu tonton, yaitu setidaknya selama tiga detik.

Perhitungan Facebook ini tidak termasuk pengguna yang menyaksikan iklan selama kurang dari tiga detik, atau tidak menonton video sama sekali. Hal tersebut memberikan kesan kepada pengiklan bahwa performa video lebih baik dari yang sesungguhnya.

Permasalahan ini menjadi salah satu masalah yang tengah dihadapi Facebook, selain tuduhan media sosialnya sebagai penyebar berita palsu yang telah dibantah oleh Mark Zuckerberg. Sang CEO juga telah berjanji untuk memerangi penyebaran berita palsu tersebut.


(MMI)

Video /