Samsung Kucurkan Rp13,4 miliar untuk Developer Aplikasi Tizen

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 13 Nov 2016 17:17 WIB
samsung
Samsung Kucurkan Rp13,4 miliar untuk Developer Aplikasi Tizen
Samsung ingin kembangkan ekosistem Tizen. (CNET)

Metrotvnews.com: Samsung berusaha mendorong para developer membuat aplikasi untuk Tizen dengan memberikan hadiah berupa uang setiap bulan. 

Melalui program yang disebut Tizen Mobile App Incentive Program, Samsung menawarkan USD10 ribu (Rp134 juta) pada para developer yang berhasil membuat aplikasi yang masuk ke dalam daftar 100 aplikasi paling sering diunduh di Tizen Store. 

Menurut Venture Beat, Samsung melakukan investasi yang tidak kecil untuk program ini. Setiap bulan, Samsung harus mengeluarkan uang senilai USD1 juta (Rp13,4 miliar). Program ini berjalan dari bulan Februari hingga September tahun depan. Keputusan Samsung untuk meluncurkan program ini juga menunjukkan bahwa Tizen masih belum terlalu populer.

Tizen, yang disebut sebagai "alternatif Android", telah menjadi sistem operasi utama Samsung pada berbagai perangkat, mulai dari smartwatch, TV, kamera hingga perangkat IoT (Internet of Things). Namun, Tizen tidak banyak digunakan untuk smartphone. Sejauh ini, Samsung hanya menggunakannya pada sedikit ponsel, yang utamanya diluncurkan di India.

Pada bulan Agustus lalu, Samsung meluncurkan Z2, perangkat seharga USD68 (Rp912 ribu) yang merupakan smartphone 4G berbasis Tizen pertama yang ada. Namun, sejauh ini, Samsung belum meluncurkan smartphone Tizen untuk kelas premium.

Meskipun sempat beredar kabar bahwa Samsung akan meluncurkan smartphone premium dengan Tizen sebagai OS-nya, dalam sebuah wawancara dengan GamesBeat pada bulan Mei lalu, Mihai Pohontu, Vice President of Emerging Platform, Samsung berkata bahwa Android masih menjadi pilihan Samsung untuk perangkat high-end mereka. 

Agar Tizen banyak digunakan pada ponsel, ia harus memiliki ekosistem yang kuat dan mendapatkan dukungan dari para developer. Dengan menawarkan uang sebesar USD10 ribu, Samsung memberikan insentif besar pada para developer untuk membuat aplikasi untuk Tizen. Selain itu, waktu 9 bulan dianggap cukup untuk melihat apakah Tizen patut untuk terus dipertahankan.

"Sebagai pemimpin dari platform Tizen, kami ingin mendapatkan keuntungan lebih banyak dan memperluas dan mengembangkan ekosistem Tizen," kata Woncheol Chai, VP of Global Product Management, Samsung. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.