HTC Exodus 1 Hanya Bisa Dibeli dengan Cryptocurrency

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 23 Oct 2018 18:11 WIB
htccryptocurrency
HTC Exodus 1 Hanya Bisa Dibeli dengan Cryptocurrency
HTC Exodus 1.

Jakarta: HTC baru saja memperkenalkan smartphone barunya yang fokus pada teknologi blockchain, Exodus 1. Perusahaan pembuat smartphone yang kini kesulitan itu tampaknya tengah berusaha untuk mencari fokus baru.

HTC mengatakan bahwa mereka telah membuat dompet cryptocurrency sendiri bernama Zion. Dompet ini akan menjadikan Exodus 1 juga bisa berfungsi sebagai dompet fisik untuk cryptocurrency.

Exodus 1 hadir dengan secure enclave, area khusus pada chip ponsel yang terpisah dari Android. HTC menggunakan teknoloi dari Arm Holdings untuk memastikan bahwa uang virtual penggunanya tetap aman.

"Bayangkan secure enclave sebagai OS mikro yang berjalan berdampingan dengan Android," kata Decentralized Chief Officer HTC, Phil Chen.

"Pada dasarnya ia adalah sebuah dompet, tapi yang disimpan dalam dompet itu adalah kunci pribadi." Kunci yang dia maksud adalah sekumpulan kode yang hanya diketahui oleh pemilik cryptocurrency untuk mengakses dompet mereka.



Chen mengatakan, salah satu tujuan membuat secure enclave terpisah dari Android adalah karena sistem operasi Google "tidak aman tanpa adanya sistem terpusat."

Karena itulah, menyimpan cryptocurrency di Android akan membuat dana pengguna menjadi rentan dicuri.

Exodus 1 memiliki layar 6 inci dengan resolusi HD+ dan rasio 18:9. Ia dilengkapi dengan dua kamera 16MP dan dua kamera depan 8MP sehingga Anda bisa mengambil foto selfie dengan efek Bokeh. Ponsel ini juga sudah bisa mengambil video 4K pada 60fps.

HTC Exodus 1 menggunakan Qualcomm Snapdragon 845, RAM 6GB, memori 128GB, dan baterai 3.500 mAh. Ia sudah menggunakan Android Oreo dan memiliki sertifikasi IP68, yang berarti ia bisa masuk ke dalam air hingga kedalaman 1,5 meter selama maksimal 30 menit.

Ponsel ini dijual dengan harga BTC 0,15 atau ETH 4,78. Ketika berita ini ditulis, itu sama dengan sekitar Rp14,5 juta. Untuk membeli ponsel ini, Anda harus membayarnya dengan mata uang virtual, menurut laporan The Verge.

Diperkirakan, ponsel ini sudah akan tersedia di pasar pada Desember. Ia akan diluncurkan di 34 negara, termasuk Amerika Serikat, Singapura, Taiwan, Hong Kong, Selandia Baru, Austria, Norwegia, Inggris dan beberapa negara lain di Eropa.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.