Polycom Bawa Konferensi Video untuk Produktivitas

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 25 Oct 2018 10:21 WIB
teknologicorporate
Polycom Bawa Konferensi Video untuk Produktivitas
Pengenalan solusi terbaru Polycom

Jakarta: Polycom mengumumkan rangkaian solusi terbaru untuk perusahaan. Solusi berupa perangkat untuk konferensi video ini diklaim bisa mengurangi biayar operasional yang pada umumnya terpakai untuk menjalin komunikasi tatap muka. 
 
“Solusi konferensi video menjadi salah satu solusi efektif," kata Minhaj Zia, Vice President, Polycom, India-SAARC-Asia Tenggara.

"Bisnis-bisnis di berbagai negara termasuk Indonesia mulai banyak yang melirik dan mengadopsi peranti-peranti yang diharapkan mampu mengoptimalkan terselenggaranya komunikasi bisnis efektif, efisien, dan produktif.” 

Menurut studi Polycom Future of Work 2017, 62 persen dari seluruh angkatan kerja lintas generasi di masa kini telah menerapkan pola ‘bekerja dari manapun lokasinya.’

Sementara, 98 persen dari seluruh populasi angkatan kerja global yakin bahwa dengan pola bekerja seperti ini akan membawa dampak positif bagi produktivitas. Sebanyak 90 persen responden yakin teknologi kolaborasi berbasis video dukung terjalinnya relasi kerja yang kuat.

Penerapan video conferencing juga diharapkan memiliki andil dalam membuka potensi pasar dan angkatan kerja yang ada.

Menurut Minhaj, ini selaras dengan konsumen Indonesia yang saat ini memiliki perilaku yang cenderung mobile-first. Hampir 81 persen akses internet paling banyak dilakukan melalui ponsel pintar.

Gaya hidup yang selalu terkoneksi dengan gawai dan mobilitas yang tinggi di Indonesia diklaim menjadi kunci diterimanya pengadopsian model kerja bergerak maupun ruang kerja kolaboratif jarak jauh tersebut dengan baik.

Bagi perusahaan, teknologi ini mendukung diraihnya tingkat skalabilitas dan fleksibilitas bisnis yang mereka dambakan, menjalin kolaborasi yang baik, mendorong terwujudnya transformasi digital dengan cepat, serta dalam meraih seluruh peluang-peluang pasar yang kini kian terbuka lebar.

“Kawasan ASEAN, khususnya Indonesia, memiliki potensi yang luar biasa. Kami saat ini tengah fokus dalam menjalin kemitraan bersama dengan berbagai entitas bisnis dan pemerintahan di Indonesia dalam mengimplementasikan solusi-solusi yang mendukung dalam kolaborasi di lingkungan mereka,”  pungkas Minhaj.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.