Robot Hambat Trump Bawa Kembali Bisnis Manufaktur ke AS

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 11 Nov 2016 16:09 WIB
teknologirobot
Robot Hambat Trump Bawa Kembali Bisnis Manufaktur ke AS
Ilustrasi.

Metrotvnews.com: Saat kampanye, salah satu rencana Donald Trump yang paling menarik bagi warga Amerika Serikat adalah membawa kembali pekerjaan manufaktur ke AS. Namun, untuk merealisasikan hal ini, ada banyak masalah yang harus Trump hadapi, mulai dari regulasi, gaji, hingga masalah geopolitik. 

Tidak hanya itu, menurut TechCrunch, teknologi yang ada saat ini juga akan membuat rencana Trump hampir mustahil untuk direalisasikan. Alasannya adalah karena sekarang, semakin banyak pekerjaan manufaktur yang dikerjakan oleh robot dan bukannya manusia.

Keberadaan robot telah mengurangi ketergantungan perusahaan manufaktur akan pekerja di luar AS. Menurut Konferensi PBB terkait Perdangan dan Pengembangan (UNCTAD), perusahaan-perusahaan yang ada di industri otomotif dan peralatan elektronik telah menggantungkan diri pada robot.

Karena, penggunaan robot memungkinkan perusahaan manufaktur untuk beroperasi di AS. Tanpa adanya otomatisasi, perusahaan-perusahaan tersebut bisa saja lebih memilih untuk beroperasi di Asia Tenggara atau negara lain. 

Meskipun pekerjaan terkait manufaktur kembali dilakukan di AS, tidak banyak lowongan pekerjaan yang muncul. Otomatisasi telah membuat para pekerja di negara-negara berkembang kehilangan pekerjaannya, menurut laporan UNCTAD. Hal yang sama bisa saja terjadi di AS.

Berbagai startup mulai membuat robot yang akan "mencuri" pekerjaan manusia, baik pekerjaan yang ada di AS maupun di negara lain. Beberapa startup yang telah membuat robot adalah Momentum Machines yang membuat robot untuk membalikkan burger, Zume yang membuat robot pembuat Pizza dan Rational Robotics yang membuat robot yang bisa mengecat. 

Tidak hanya startup, merek-merek ternama seperti Nike dan Adidas juga lebih memilih untuk menggunakan robot atau printer 3D untuk membuat sepatu mereka. Sementara perusahaan besar seperti Amazon lebih menggantungkan diri pada robot untuk masalah logistik. 

Robot tidak hanya meningkatkan produktivitas perusahaan, tapi juga mengurangi kerepotan yang dihadapi perusahaan saat mereka membuka cabang atau pabrik di negara lain. Selain itu, perusahaan juga dapat mengurangi kerumitan manajemen dan masalah hukum yang muncul saat mempekerjakan manusia.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.