Makin Serius Garap Software Korporat, Cisco Kembali Beli Startup

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 18 Oct 2016 10:48 WIB
cisco
Makin Serius Garap Software Korporat, Cisco Kembali Beli Startup
Cisco semakin serius di bisnis software korporat. (AP Photo/Paul Sakuma, File)

Metrotvnews.com: Cisco memperkuat usahanya untuk masuk ke pasar software untuk perusahaan. Kemarin, perusahaan jaringan tersebut mengumumkan bahwa mereka telah membeli startup software korporat, Heroik Labs, yang menjual software bernama Worklife. 

Software tersebut berfungsi untuk mengatur meeting, mengambil catatan dan mencatat berbagai acara perusahaan di kalender. Sayangnya, berapa besar uang yang Cisco keluarkan tidak disebutkan.

Menurut laman LinkedIn miliknya, Heroik Labs memiliki pekerja kurang dari 10 orang. Karena itu, Fortune merasa, Cisco membeli startup tersebut bukan hanya untuk mendapatkan software buatannya tapi juga untuk mendapatka para pekerjanya. 

Tim Worklife akan menjadi bagian dari unit teknologi kolaborasi cloud milik Cisco, yang bertanggung jawab atas software dan hardware konferensi video, aplikasi chatting Spark dan software terkait produktivitas perusahaan.

"Dengan tim Worklife, kami melihat adanya kesempatan untuk membuat pengalaman virtual meeting yang platform Cisco Spark sediakan sekarang dan meningkatkan produktivitas di seluruh perusahaan," kata Head of Corporate Development and Investments, Cisco, Rob Salvagno dalam sebuah blog post.

"Misalnya, kita dapat mulai menawarkan tool tambahan yang terintegrasi langsung ke Cisco Spark untuk membantu pengguna memeriksa kalender, membuat template untuk agenda dan berkolaborasi dalam membuat catatan di meeting secara real-time," ujarnya.

CEO Worklife, Dave Kashen meyebutkan bahwa software berbayar buatan startup akan menjadi gratis setelah akuisisi oleh Cisco ini.

"Tidak peduli apakah Anda berlangganan tahunan atau bulanan, Anda akan mendapatkan uang kembali senilai yang telah Anda bayarkan untuk mendapatkan versi premium," tulis Kashen dalam sebuah blog post.

Bisnis Cisco dalam menyediakan software untuk perusahaan telah menyelamatkan perusahaan seiring dengan menurunnya penjualan perangkat router dan switch yang terjadi akibatnya meningkatnya popularitas komputasi cloud, yang memungkinkan perusahaan untuk tidak membeli hardware data center yang mahal.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.