Grab Sodorkan Rp1,3 Triliun untuk Beli Startup Indonesia?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 14 Feb 2017 12:07 WIB
grab
Grab Sodorkan Rp1,3 Triliun untuk Beli Startup Indonesia?
Grab disebutkan tertarik untuk membeli Kudo. (TechCrunch)

Metrotvnews.com: Grab sedang dalam proses akuisisi startup pembayaran asal Indonesia, Kudo. Ini akan menjadi akuisisi besar pertama yang dilakukan oleh Grab.

Menurut narasumber TechCrunch, akuisisi ini sedang dalam tahap diskusi dan paling cepat, akan diumumkan pada minggu ini. Reuters pertama kali memberitakan ini, menyebutkan bahwa nilai perjanjian ini bisa mencapai lebih dari USD100 juta (Rp1,3 triliun). Namun, sumber TechCrunch menyebutkan bahwa nilai akuisisi berada di bawah angka tersebut.

Grab menolak untuk berkomentar.

Sebelum ini, Grab hanya pernah mengakuisisi Youche, startup ride-sharing asal Tiongkok yang tidak terlalu dikenal. Akuisisi tersebut menghasilkan kantor Grab di Beijing, yang merupakan salah satu markas teknisi Grab. Kali ini, Grab rela mengeluarkan uang lebih besar untuk mengambil langkah strategis.

Grab belum lama ini telah menyebutkan akan menghabiskan investasi sebesar USD700 juta (Rp9,3 triliun) di Indonesia dan setidaknya USD100 juta (Rp1,3 triliun) untuk investasi di startup. Grab, yang baru saja mendapatkan dana segar senilai USD750 juta (Rp10 triliun) pada September, sedang fokus memenangkan pasar Indonesia.

Indonesia merupakan negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan memiliki populasi lebih dari 250 juta orang. Keputusan Grab ini muncul beriringan dengan langkah Uber untuk fokus ke kawasan Asia Tenggara setelah divisinya di Tiongkok diakuisisi oleh Didi Chuxing. 

Untuk tampil beda dari Uber dan Go-Jek, Grab kini fokus mengembangkan fitur pembayaran. Tidak hanya itu, mereka juga ingin mendapatkan bisnis dari jutaan orang yang tidak memiliki akun bank serta menjadi penyelesaian masalah sedikitnya orang yang memiliki akun bank di Indonesia. 

"Sebanyak 80-90 persen masyarakat Indonesia tidak memiliki akses ke pembayaran mobile, perbankan modern, atau kredit modern, yang kami pikir sangat penting untuk mengembangkan ekonomi digital Indonesia," ujar Presiden Grab, Ming Maa dalam wawancara di awal bulan ini.

Kudo tampaknya bisa membantu Grab menyelesaikan masalah ini. Tidak hanya mereka fokus ke pasar Indonesia, mereka juga memungkinkan orang-orang yang tidak punya kartu kredit, akun bank atau bahkan akses internet untuk melakukan pembelian online


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.