MWC 2018

Huawei Pamerkan Solusi Jaringan CloudAir 2.0 Bersama Telkomsel

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 02 Mar 2018 19:49 WIB
huaweimwc 2018
Huawei Pamerkan Solusi Jaringan CloudAir 2.0 Bersama Telkomsel
Huawei dan Telkomsel melakukan kerja sama menciptakan Joint Innovation Centre untuk pengembangan CloudAir 2.0.

Jakarta: Dalam perhelatan terakhir MWC 2018 Barcelona kemarin Indonesia juga ikut ambil bagian di dalamnya berkat Huawei. Di acara tersebut Huawei menggandeng Telkomsel memperkenalkan solusi bernama CloudAir 2.0.

Solusi ini memungkinkan operator seperti Telkomsel melakukan pengubahan air interface resources seperti spektrum, power, dan channel sehingga meningkatkan efisiensi serta menyediakan fleksibilitas dalam pembangunan jaringan.

Dampaknya tentu saja membuat Telkomsel mampu memberikan layanan yang lebih baik ke pengguna. Dalam uji coba yang dilakukan di jaringan Telkomsel, solusi ini membuat Telkomsel bisa meningkatkan kcepatan downlink LTE sebesar 116 persen dari 50Mbps ke 108Mbps.

Lalu pada modifikasi channel, solusi ini mampu membantu Telkomsel memperbaiki jangkauan area outdooor hingga 21,4 persen serta peningkatan pengalaman pengguna dua hingga tiga kali lebih baik untuk area indoor.

"Solusi CloudAIR 2.0 telah membantu kami dalam mengkonvergensikan berbagai jaringan broadband sehingga memaksimalkan kapasitas dan jangkauan, yang tentunya meningkatkan pengalaman pengguna," ujar Direktur Perencanaan dan Transformasi Telkomsel Edward Ying.

Ying menjelaskan, Telkomsel menemukan fenomena pelanggan di jaringan 2G ada yang mulai bermigrasi ke 4G tapi di saat yang sama masih ada yang bertahan di jaringan 2G. Teknologi CloudAir 2.0 memudahkan Telkomsel mengalokasikan spektrum yang terbatas sesuai kebutuhan pelanggan di jaringan 2G dan 4G.

Solusi ini secara dinamis mengalokasikan dan menyesuaikan spektrum berdasarkan perubahan trafik dan mencegah RAT (Radio Access Technologies technologies) legacy untuk menduduki golden spekrum dalam waktu lama yang berimbas pada pemaksimalan efisiensi spektrum.

Modifkasi channel dapat menggabungkan keunggulan bandwidth downlink yang lebih besar dari high band dan coverage uplink yang lebih baik dari low band.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.