Distribusi Smartphone Tiongkok Menurun

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 27 Jan 2018 12:45 WIB
teknologi
Distribusi Smartphone Tiongkok Menurun
Pendistibusian smartphone di Tiongkok selama tahun 2017 mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan tahun 2016.

Jakarta: Tahun 2017 bukanlah tahun yang baik bagi pendistribusian smartphone di Tiongkok. Menurut perusahaan riset Canalys, pendistribusian perangkat pada tahun 2017 lalu menurun sebesar empat persen, jika dibandingkan dengan angka pada tahun 2016 sebesar 459 juta unit.

Penurunan jumlah distribusi perangkat cerdas per tahun ini terjadi untuk pertama kalinya di Tiongkok. Dari bulan Oktober hingga Desember 2017, sebanyak 113 juta ponsel masuk ke pasar Tiongkok, menurun sebesar 14 persen jika dibandingkan dengan Q4 pada 2016.

Huawei masih menjadi pemimpin di pasar Tiongkok, dengan mendistribusikan lebih dari 24 juta smartphone selama kuartal empat, meningkat sembilan persen dibandingkan dengan tahun 2016. Selama tahun 2017, Huawei mendistribusikan sebanyak lebih dari 90 juta unit.

Analis Canalys Mo Jia menyebut bahwa separuh dari total smartphone yang didistribusikan merupakan ponsel bermerek Honor. Analis ini menilai dapat terjadi kanibalisasi internal, karena kompetisi antara merek utama dan merek lain meningkat.

Sementara itu, penurunan pendistribusian pada kuartal empat 2017 juga dialami Oppo sebesar 16 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2016, sedangkan Vivo sebesar tujuh persen. Selama periode tiga bulan tersebut, Oppo mendistribusikan sebanyak 19 juta unit, sedangkan Vivo sebanyak 17 juta unit.

Kedua perusahaan berhasil menampilkan pertumbuhan terkait pendistribusian selama tahun 2017. Posisi keempat daftar pendistribusian di Tiongkok ini dihuni oleh nama baru, setelah Apple mengalahkan Xiaomi yang sebelumnya menempati posisi tersebut.

Pemain besar di ranah smartphone Tiongkok diprediksi akan menerapkan rencana agresif untuk menjaga atau meningkatkan pangsa pasar mereka. Hal ini menyebabkan sisa ruang untuk vendor lebih kecil, dan pangsa pasar pada tahun 2018 diperkirakan akan bergejolak.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.