KFC, dari Ayam Goreng Sampai Tenda Anti Sinyal Internet

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 24 Nov 2017 12:34 WIB
teknologi
KFC, dari Ayam Goreng Sampai Tenda Anti Sinyal Internet
Tampilan tenda anti sinyal internet milik KFC. Setiap pembelian tenda tersebut maka teknisi KFC akan datang untuk membantu konsumen merakitnya.

Jakarta: Restoran cepat saji KFC (Kentucky Fried Chicken) terbilang unik. Beberapa tahun belakang mereka mencoba mengikuti perkembangan teknologi demi memanjakan pelanggannya, tidak hanya menyajikan ayam goreng, tapi juga gadget.

Kini KFC merilis sebuah perangkat berteknologi yang unik. Perangkat tersebut adalah tenda dengan lapisan yang bisa menangkal masuknya sinyal internet ke gadget pengguna di dalam tenda tersebut.

Tenda ini bernama Internet Escape Pod. Ide pembuatan teknologi adalah menyediakan teknologi ini untuk mereka yang ingin duduk bersama menghabiskan waktu tanpa mengecek atau sibuk ponsel masing-masing.

Tenda memiliki ukuran yang bisa menampung sampai 8 orang. Bahannya sendiri terbuat dari material busa yang menggunakan rangka besi dan lembaran stainless steel sehingga bobotnya agak berat. KFC mengklaim bahwa sinyal internet sama sekali tidak bisa tembus.

Jika melihat desainnya memang sedikit menarik perhatian. Pegangan pintunya memiliki bentuk ayam goreng KFC dan di bagian atasnya terdapat sosok ikon sekaligus pendiri KFC Koloner Sanders.

Tenda ini bisa dibeli lewat e-commerce maupun toko online milik KFC, tapi harganya cukup membuat geleng kepala, yaitu USD10.000 atau Rp135 juta. Jika Anda cukup kesal dengan kebiasaan teman-teman Anda yang sibuk dengan gadget masing-masing saat berkumpul, mungkin ini solusi terbaik.

Di Tiongkok, KFC mengembangkan sistem pembayaran pakai pemindai wajah hasil kerja sama dengan penyedia pembayaran digital di negara tersebut. KFC merupakan salah satu restoran cepat saji yang beberapa tahun belakangan menarik perhatian dengan beragam teknologi yang dibuat untuk konsumennya.


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.