Pengguna Drone di Inggris Wajib Punya Lisensi

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 27 Nov 2017 11:46 WIB
drone
Pengguna Drone di Inggris Wajib Punya Lisensi
Kegiatan menerbangkan drone semakin populer tapi kebanyakan penggunanya acuh terhadap keselamatan penggunanya maupun lingkungan sekitar.

Jakarta: Seperti kebanyakan negara lain, Inggris mulai gusar dengan drone yang terbang dan membahayakan sekitarnya. Lebih parah lagi, drone juga dipakai untuk tindak kriminal.

Pemerintah Inggris sudah menyiapkan kebijakan bahwa setiap orang yang menerbangkan drone harus mengikuti ujian untuk mendapatkan lisensi, seperti yang dikabarkan oleh BBC.

Selain itu, drone dengan bobot 250 gram tidak boleh terbang di dekat area bandara dan tidak boleh terbang melebihi ketinggan 400 kaki atau 121 meter. Kebijakan ini akan berlaku mulai 2018.

Asosiasi Pilot Inggris (BALPA) menuturkan  angka bahaya kecelakaan antara drone dengan pesawat jumlahnya semakin meningkat, meskipun belum benar-benar mengakibatkan kecelakaan yang parah.

Di tahun 2015, ada 29 kecelakaan yang melibatkan drone dan pesawat udara, tahun 2016 menjadi ada 71 kecelakaan dan tahun ini saja sudah ada 81 kecelakaan. Pada bulan Juli sebuah drone terbang mendekati pesawat yang akan mendarat di London Gatwick Airport dan membahayakan130 jiwa.

Penerbang sekaligus pelatih pilot drone di HexCam menuturkan regulasi tersebut sudah tepat. Drone dengan bobot lebih dari 250 gram bukan drone tergolong bukan drone murah, dan dia khawatir penggunaannya bisa untuk tindakan kriminal.

Di beberapa negara termasuk Inggris dijumpai penggunaan drone disalahgunakan untuk mengirim barang narkotika. Lebih buruknya lagi hal itu dilakukan untuk mengirimkan ke jendela sel penjara. Beberapa penjara di Inggris berhasil merekam peristiwa tersebut.

Kebanyakan pihak pemerintah Inggris menyetujui regulasi yang memperketat penggunaan drone. Hal ini bisa membantu kepolisian bertindak dan mengambil keputusan ketika drone mulai membahayakan atau digunakan dengan tujuan kriminal.

Di satu sisi pelaku industri drone pun merasa tidak keberatan dengan kebijakan tersebut Head of European Publi Policy DJI Christian Struwe beranggapan hal ini juga bisa memperkuat ekosistem industri drone yang baru beberapa tahun belakangan ini populer.

Baik Struwe dan Corke menyadari bahwa kebanyakan pemilik drone tidak membaca panduan keamanan yang disertakan dalam drone yang mereka beli. Hal ini menambah bahaya yang kemungkinan terjadi karena penggunanya tidak mengetahui persis malfungsi yang bisa terjadi pada perangkat mereka.


(MMI)