Balon Google Loon Terbang Bantu Korban Bencana di Puerto Rico

Cahyandaru Kuncorojati    •    Minggu, 08 Oct 2017 10:25 WIB
google
Balon Google Loon Terbang Bantu Korban Bencana di Puerto Rico
Google Loon. foto: 9to5Google

Metrotvnews.com: Jika kemarin Tesla mengirimkan bantuan untuk pembangkit listrik di Puerto Rico, kini giliran Google yang mengirimkan bantuan untuk menyalurkan internet sebagai alat komunikasi.

Dikutip dari Engadget, Alphabet yang menaungi Google baru saja mendapatkan izin resmi dari Komisi Federal Komunikasi Amerika Serikat untuk bisa mengirimkan bantuan dengan Google Loon dalam menyediakan layanan telokomunikasi di Puerto Rico yang lumpuh akibat badai Irma.

Berdasarkan data dari pihak Puerto Rico, 90 persen menara infrastruktur layanan tekkolomunikasi di negara tersebut tidak berfungsi. Oleh sebab itu, kehadrian Google Loon untuk memancarkan koneksi internet dinilai mampu mempercepat pemulihan di daerah sisa bencana tersebut.

Langkah yang dilakukan oleh Google Loon serupa seperti pertolongan yang diberikan pada awal tahun ini, ketika membantu pemulihan layanan telekomunikasi di Peru karena diterpa badai dan banjir bandang. Google Loon akan terbang dan terkoneksi dengan penyedia layanan telekomunikasi di lokasi untuk membangun infrastruktur sementara.

Nantinya, akan ada 30 balon Google Loon yang terbang setinggai 20 kilometer di langit. Balon ini menjadi perantara layanan telekomunikasi yang dipancarkan dari pemancar di darat. Setiap balon akan menyebarkan sambungan layanan telekomunikasi untuk area seluas 5.000 kilometer.

Pihak Google menyebutkan, teknologi tersebut membutuhkan konfigurasi pada perangkat gadget untuk terhubung sehingga Google juga akan meminta vendor menyediakan pembaruan sistem untuk perangkat buatan mereka.

Google Loon adalah proyek Google bertujuan memberikan layanan telekomunikasi, khususnya internet bagi separuh populasi dunia yang belum terjangkau. Di Indonesia, sebetulnya Google Loon telah siap mengudara.

Tahun 2015 Menkominfo Rudiantara bersama petinggi operator telekomunikasi di Indonesia sudah berkunjung dan bertemu langsung dengan pendiri Google, Sergey Brinn, membahas izin uji coba Google Loon mengudara di atas Indonesia. 




(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.