Broadcom akan Tambah Nilai Tawaran ke Qualcomm?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 05 Feb 2018 14:06 WIB
qualcomm
Broadcom akan Tambah Nilai Tawaran ke Qualcomm?
Broadcom masih tertarik untuk mengakuisisi Qualcomm.

Jakarta: Broadcom masih tertarik membeli Qualcomm meski telah ditolak.

Narasumber Reuters mengklaim bahwa Broadcom akan meningkatkan tawaran mereka untuk mengakuisisi Qualcomm dari USD70 (Rp971 ribu) per saham menjadi sekitar USD80-82 (Rp1-1,1 juta) per saham.

Ini adalah kenaikan yang signifikan. Padahal, tawaran dari Broadcom sebelumnya juga sudah memecahkan rekor.  Tidak hanya itu, Broadcom juga menawarkan uang ganti rugi yang "lebih tinggi dari biasanya" jika regulator menggagalkan akuisisi ini.

Biasanya, biaya uang ganti rugi adalah sekitar tiga atau empat persen dari total tawaran akuisisi. Dikabarkan, Broadcom akan mengajukan penawaran baru ini pada 5 Februari mendatang. 

Ada kemungkinan Qualcomm akan menerima penawaran ini, mengingat pada awalnya, alasan mereka menolan tawaran Broadcom adalah karena tawaran tersebut "merendahkan secara signifikan" nilai dari Qualcomm, perusahaan yang dianggap sebagai salah satu pilar utama dalam dunia seluler.

Pada saat yang sama, Broadcom tidak menjawab kekhawatiran Qualcomm. Qualcomm menyebutkan bahwa akuisisi ini bisa memakan waktu selama 18 bulan dan memiliki risiko tinggi. Sementara Broadcom yakin bahwa perjanjian ini bisa diselesaikan dalam waktu satu tahun.

Jika Qualcomm memang diakuisisi oleh Broadcom, perusahaan gabungan keduanya akan mendominasi banyak aspek dalam industri jaringan nirkabel, mulai dari chipset sampai infrastruktur telekomunikasi. Pihak regulator khawatir hal ini akan menciptakan monopoli. 

Meskipun Qualcomm menolak tawaran baru Broadcomm, ada kemungkinan mereka akan terus mencoba. Broadcom tampaknya berkeras untuk memperluas portofolio produk 5G mereka dan tidak banyak perusahaan yang lebih menggiurkan dari Qualcomm.

Pertanyaannya adalah apakah Broadcom akan dapat memberikan penawaran yang tidak bisa Qualcomm tolak. Qualcomm bisa saja menolak tawaran Broadcom karena ingin tetap menjadi perusahaan mandiri. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.