Terlilit Utang, Bos LeEco Masih Enggan Pulang ke Tiongkok

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 02 Jan 2018 19:55 WIB
leeco
Terlilit Utang, Bos LeEco Masih Enggan Pulang ke Tiongkok
CEO LeEco Jia Yueting

Jakarta: CEO LeEco Jia Yueting sudah dipanggil Komisi Regulasi Sekuritas Tiongkok untuk kembali ke negara asalnya karena LeEco menumpuk utang yang belum terbayarkan namun Jia masih enggan pulang.

Dilaporkan CNET, Jia kini berada di Amerika Serikat dan tengah memantau serta mengerjakan tugasnya dalam pengembangan mobil otonom tenaga eletrik FF91 besutan LeEco dan startup Faraday Future asal Amerika Serikat.

Keputusan Jia untuk tidak memathui panggilan negara asalnya diungkapkan lewat unggahan di media sosial ternama Tiongkok yaitu Weibo. Kerja sama antara LeEco dan Faraday Future sendiri sudah diumumkan sejak Agutus tahun lalu.

Jia juga menyebutkan bahwa hal bahwa saudara laki-lakinya akan mewakili dirinya untuk menyelesaikan urusan dengan Komisi Regulasi Sekuritas Tiongkok. Pernyataan yang sama juga diunggah oleh istri Jia, Gan Wei, bahwa dirinya akan menyelesaikan utang piutang LeEco atas perintah suaminya.

Seperti yang sudah diberitakan, pengadilan Tiongkok telah membekukan aset LeEco senilai USD182 juta atau Rp2,4 triliun karena keterlambatan LeEco membayarkan utangnya. Hal ini menurut Jia diakibatkan oleh permasalahan di bagian finansial perusahaannya saja di bulan Juli.

Justru Jia memanggapi permasalahan tersebut diakibatkan oleh pemberitaan negatif dari media tentang keterlambatan yang dianggapnya hanya masalah sepele dan bisa diselesaikan. Jia menilai hal ini berakibat perusahaannya tidak lagi menerima kepercayaan dan pinjaman dari perusahaan lainnya.

LeEco dikenal dengan ambisinya untuk menjadi perusahaan teknologi menyaingi perusahaan teknologi sekelas Google dan Apple, dalam menciptakan beragam perangkat teknologi.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.