Google Bakal Rombak Play Store, untuk Apa?

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 03 Nov 2017 10:45 WIB
google
Google Bakal Rombak Play Store, untuk Apa?
Google ingin menjadikan Play Store sebagai destinasi pengguna dalam berbelanja aplikasi dan game yang menawarkan pengalaman personal.

Metrotvnews.com: Google menjadikan Play Store sebagai medium utama dalam menunjukan dukungannya untuk pengembang aplikasi di sistem operasinya, yaitu Android. Sebab, Play Store menjadi salah satu medium untuk pengembang berinteraksi dengan pengguna, yang dijembatani  Google.

Google ingin menjadikan Google Play sebagai destinasi berbelanja aplikasi dan game bagi pengguna perangkat Android. Karenanya, Google mengusung tiga misi berisi perubahan pada toko aplikasinya tersebut, memungkinkan pengguna memperoleh informasi lebih lengkap, dan meningkatkan pengalaman penggunaan pada toko aplikasinya tersebut.

"Personalisasi mungkin menjadi sangat powerfull bagi Anda, karena Anda akan disuguhkan konten aplikasi yang sangat sesuai dengan karakteristik dan minat Anda. Ini akan membantu Anda mencari aplikasi dengan rekomendasi lebih baik lagi," ujar Global Head of Games Merchandising, Kami LeMonds.

Personalisasi dihadirkan Google demi menghadirkan pengalaman layaknya destinasi wisata personal kepada pengguna melalui Google Play. Hal ini bertujuan mengakomodasi kebutuhan pengguna akan informasi sebelum mengambil keputusan terkait dengan pengunduhan dan penggunaan aplikasi atau game.

Selain itu, Google turut menghadirkan dukungan melalui kurasi mendalam, yang diwujudkan melalui fitur artikel editorial terkait aplikasi game, juga artikel yang menggarisbawahi artikel terbaik sepanjang tahun berdasarkan pilihan Google, serta Android Excellence.

Play Store juga dilengkapi dengan kolom bagian baru, menampilkan aplikasi dan game pilihan editor dari tim kurasi Google, serta game premium dan game terbaru yang tersedia di toko aplikasi tersebut. Menjadi destinasi juga mendorong Google dalam menyuguhkan tipe konten baru di Play Store, yang dihadirkan dalam ventuk fitur cuplikan dan video aplikasi dan game, LiveOps, hiburan dan aplikasi instan.

Melalui perubahan tersebut, Google berupaya mengingatkan pengembang terkait pentingnya memahami keinginan pengguna, dan bahwa pengguna turut berperan besar dalam menentukan dan mengendalikan aplikasi dan game yang digunakan.

Teknologi yang dihadirkan Google tersebut diharapkan dapat membantu pengembang memahami minat pengguna dan mempermudah pengguna dalam mengambil keputusan.


(ADM)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.