Arab Saudi Tangkap Salah Satu Investor Ternama di Dunia Teknologi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 06 Nov 2017 19:13 WIB
teknologiarab saudistartup
Arab Saudi Tangkap Salah Satu Investor Ternama di Dunia Teknologi
Pangeran al-Waleed bin Talal (Anadolu Agency via Getty Images)

Metrotvnews.com: Arab Saudi sedang sibuk berbenah-benah, menangkapi orang-orang yang diduga terlibat korupsi.

Salah satu orang yang mereka tangkap adalah seorang investor penting di dunia teknologi: Pangeran al-Waleed bin Talal. Sang pangeran ditangkap atas tuduhan pencucian uang. 

Dia menguasai mayoritas saham di penyedia TV satelit dan beberapa tahun belakangan, dan dikenal sebagai salah satu investor terbesar yang menanamkan saham di perusahaan-perusahaan teknologi raksasa, seperti Apple dan Lyft.

Dia juga memegang peran penting dalam Twitter. Pada 2011, dia mengucurkan USD300 juta pada media sosial tersebut. Hasilnya, besar sahamnya di Twitter hanya dikalahkan oleh co-founder Ev Williams. Bahkan saham CEO Jack Dorsey masih lebih sedikit dari sang pangeran, lapor Engadget.

Masih belum diketahui apakah tuduhan ini benar atau tidak. Tuduhan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Arab Saudi membentuk badan anti-korupsi yang dipimpin oleh Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman, yang ingin melakukan konsolidasi sebelum sang ayah, Raja Salman, turun dari tahta. Ayah Pangeran al-Waleed melawan usaha Pangeran Mohammed untuk mendapatkan kekuasaan. 

Korupsi memang bukan masalah baru, tapi Arab Saudi ingin menghilangkan korupsi sebanyak mungkin seiring dengan usahanya untuk melakukan reformasi untuk mengurangi ketergantungan mereka atas minyak pada 2030. Karena itulah, Arab Saudi telah melakukan investasi besar dalam teknologi, termasuk Uber. 

Penangkapan ini akan memiliki dampak signifikan dalam dunia teknologi. Memang, dana yang sudah Pangeran al-Waleed kucurkan tidak akan menghilang, tapi jika dia dipenjara, maka dia tidak akan bisa memberikan dana lain. Itu artinya, sumber dana dunia teknologi akan berkurang. Para startup harus berjuang lebih keras untuk memastikan bahwa mereka bisa bertahan.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.