Twitter Ingin Cegah Propaganda Politik, Ini Caranya

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 22 Feb 2018 15:01 WIB
media sosialtwitter
Twitter Ingin Cegah Propaganda Politik, Ini Caranya
Twitter lakukan buat dua peraturan baru. (AFP PHOTO / LOIC VENANCE)

Jakarta: Twitter baru saja mengumumkan peraturan baru yang melarang penggunanya mengunggah tweet yang sama atau serupa secara massal menggunakan bot. Tujuannya adalah mengatasi propaganda politik.

Para pengembang kini dilarang menggunakan sistem untuk mengunggah post yang "sama persis atau mirip" dari beberapa akun secara bersamaan, atau melakukan tindakan seperti menyukai, retweet atau mengikuti seseorang dari beberapa akun secara bersaman. 

Twitter akan menghilangkan opsi-opsi tersebut dari aplikasi TweetDeck dan aplikasi buatan pihak ketiga harus mengikuti peraturan ini paling lambat pada 23 Maret, lapor The Verge

Twitter berkata, tindakan ini sebagai "langkah penting untuk memastikan bahwa kami selalu siap menghadapi kegiatan jahat yang menargetkan pembicaraan penting di Twitter -- termasuk pemilu di Amerika Serikat dan di berbagai negar di seluruh dunia."

Mereka mengungkap rencana itu pada bulan lalu, pada saat yang sama mereka mengumumkan bahwa lebih dari 50 ribu akun Twitter terkait dengan propaganda Rusia. 

Pengguna Twitter dilarang mengunggah tweet yang sama dari banyak akun sekaligus. Mereka juga tidak bisa melakukan "retweet secara otomatis dalam jumlah banyak dan secara agresif." Pengguna tetap tidak bisa mengunggah tweet yang sama berulang kali, meskipun unggahan itu dijadwalkan dalam waktu yang berbeda. 

Namun, peraturan ini tidak berlaku untuk notifikasi terkait "cuaca, keadaan darurat atau pengumuman terkait masyarakat lain yang memengaruhi banyak orang". Jadi, peringatan atas tsunami misalnya akan tetap bisa diunggah melalui beberapa akun sekaligus. 

Pada dasarnya, ada dua peraturan dari Twitter. "Mengunggah konten yang sama persis atau memiliki isi yang serupa dalam bentuk tweet, balasan atau melalui mention menggunakan beberapa akun yang Anda kendalikan atau membuat akun yang sama persis atau mirip, dengan atau tanpa bantuan otomatisasi, itu tidak pernah diizinkan," tulis Twitter. 

Selain itu, Twitter juga melarang pengguna untuk mengunggah post lanjutan terkait trending topic dengan tujuan untuk memanipulasi pembicaraan tentang sebuah topik atau membuat sebuah topik terlihat lebih penting dari kenyataan, terlepas apakah penguna melakukan itu dari satu akun atau beberapa akun.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.