Pakai Teknologi, Stadion Bisa Lebih Canggih dan Keren

Mohammad Mamduh    •    Selasa, 08 May 2018 12:40 WIB
sapcorporateinternet of things
Pakai Teknologi, Stadion Bisa Lebih Canggih dan Keren
Stadion bisa lebih canggih dengan digitalisasi atau IoT

Jakarta: Internet of Things merupakan salah satu pendukung keberadaan kota pintar.
Tidak hanya gedung perkantoran atau fasilitas publik yang bisa dipasang teknologi agar lebih pintar, stadion sesungguhnya juga dapat menjadi sebuah sarana menonton pertandingan yang juga mengadopsi teknologi canggih. 

SAP memberikan contoh transformasi digital yang melibatkan satu stadion. Stadion ini punya aplikasi mandiri untuk pengunjung. Setiap kursi menggunakan sensor yang dapat memantau apakah kursi itu sudah ada yang mendudukinya.

“Idenya adalah memberikan pengalaman menonton di stadion yang lebih baik,” ungkap perwakilan SAP dalam salah satu presentasi peresmian kantor SAP Leonardo, Rabu 8 Mei 2018. Sensor ini akan terhubung dengan pusat pengawas stadion yang dikelola petugas.

Selain kursi, stadion juga dapat mendeteksi arus penonton yang datang saat pertandingan sepakbola akan dimulai. Secara akurat, sistem akan mendeteksi pintu mana yang paling banyak dilalui.

Saat terjadi kepadatan, sistem akan memberitahu petugas dan memberikan rekomendasi seperti pengalihan arus pengunjung ke pintu lainnya, serta jumlah petugas yang diperlukan.
“Deteksinya bisa melalui smartphone yang terhubung jaringan Wi-Fi.”



Stadion yang canggih juga mampu menghubungkan semua layanan yang ada, sehingga konsumen tidak perlu repot mencari aplikasi lain untuk melihat layanan tertentu. SAP menyebut bahwa mereka menjalin kerja sama dengan stadion di Munich, Jerman dalam penerapan layanan satu atap.

Stadion ini punya tempat makan dan toko yang menjual pakaian dan aksesori dari tim sepak bola yang berkandang di sana. Pihak pengelola bisa memantau keramaian kantin, memantau status dan jumlah makanan yang dipesan, sampai mengetahui jam berapa kantin paling ramai.

“Data ini bisa dianalisis agar dapat mengambil tindakan ketika terlalu banyak penonton yang memesan makanan. Mereka juga tidak perlu repot datang ke kantin, cukup dengan membuka aplikasi untuk memesan makanan.”

Pihak SAP mengakui, salah satu tantangan yang dihadapi pengelola stadion adalah ketika pertandingan selesai. “Penonton datang di waktu terpisah, sementara saat pertandingan selesai mereka akan keluar bersamaan.”



Ini membuat kondisi stadion lebih ramai karena semua penonton bergerak ke arah yang sama. “Dengan pemantauan digital, pengelola bisa memanfaatkan layanan yang sudah ada.”

Pengunjung yang duduk di baris tertentu akan “ditahan” melalui promo khusus untuk makanan atau aksesori olahraga. Promo ini muncul melalui notifikasi di ponsel, sehingga penonton tidak perlu bergegas meninggalkan kursinya. Dengan begitu arus penonton yang pulang tidak akan terlalu padat.

Untuk pengembangan ke depan, SAP menyebutkan bahwa pihak pengelola stadion bisa mengetahui apa saja yang perlu ditingkatkan, dengan sistem yang bisa memantau sentimen pengunjung dari media sosial.


(MMI)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

4 days Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.