Telkomsel Ciptakan Game Pertamanya, ShellFire

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 01 Oct 2018 12:46 WIB
telkomselgamestelekomunikasi
Telkomsel Ciptakan Game Pertamanya, ShellFire
Peluncuran game pertama Telkomsel, Shellfire. (Medcom.id)

Jakarta: Telkomsel memperkenalkan game pertama mereka yang berjudul ShellFire, buatan portal game Dunia Games.

"Kami harap adanya hame ShellFire ini turut memeriahkan game berbasis mobile atau smartphone dengan berkolaborasi bersama developer dan publisher game. Juga jadi komitmen kami membangun ekosistem digital," ungkap Direktur Marketing Telkomsel Alistair Johnston.

Perwakilan Dunia Games menjelaskan bahwa game ShellFire mengusung perpaduan genre game first person shooter (FPS) dan multiplayer online battle arena (MOBA). Game ini juga sebetulnya sudah dirilis sejak tujuh hari yang lalu.

Mendengar perpaduan genre yang dibawanya membuat Medcom.id seklias teringat game yang juga memadukan dua genre tersebut dan populer yakni Overwatch garapan Blizzard. Benar saja, melihat presentasi dan demonya, ShellFire menyajikan gameplay mirip Overwatch.

ShellFire menyajikan gameplay FPS dengan pilihan 15 karakter dengan kemampuan atau serangan khas yang dibagi menjadi beberapa kelar yakni Tank, Attack, Defend, dan Support.

Pemain dituntut untuk tidak hanya menyerang musuh sebanyak mungkin, tapi juga memperebutkan posisi titik pertahanan lawan serupa seperti sistem di game MOBA.

Tujuh hari sejak dirilis lebih awal pihak Dunia Games menyebutkan bahwa ShellFire sudah diunduh sekitar 150 ribu kali dengan jumlah pengguna aktif di kisaran 35 ribu di Android, sementara di iOS baru akan hadir akhir tahun ini.

Targetnya hingga akhir tahun 2018 ShellFire diunduh 3 juta kali unduhan dan pengguna aktif sebaglnyak 500 ribu. Rencananya ShellFire juga akan dibuatkan kompetisi esport internasionalnya.

"Rencana kami game ShellFire akan menjadi game esport yang akan dipertandingkan tahun depan," ungkap Head of Digital Lifestyle Telekomsel Crispin P. Tristram.

"Dalam waktu dekat Dunia Games juga akan meresmikan dan memiliki Arena Esport Stadium dengan tujuan agar Dunia Games dapat lebih diterima di komunitas dan industri game di Indonesia," imbuh Tristram.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.