Google Wajibkan Ponsel Perbarui Keamanan Rutin

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 13 May 2018 10:45 WIB
google
Google Wajibkan Ponsel Perbarui Keamanan Rutin
Google mengharuskan produsen smartphone untuk menggulirkan update keamanan secara rutin.

Jakarta: Google akan mewajibkan produsen smartphone Android menggulirkan update keamanan secara berkala.

Dalam beberapa waktu terakhir, Google menggencarkan upayanya dalam memperkuat keamanan pada ekosistem Android, dengan menggulirkan patch keamanan setiap bulannya.

Namun, sejumlah produsen smartphone memilih untuk tidak menggulirkan patch keamanan secara rutin tersebut. Untuk mengubah hal ini, Google mengonfirmasi bahwa perusahaannya akan mengharuskan produsen perangkat Android untuk menggulirkan patch keamanan secara reguler.

Pada ajang tahunan Google I/O, perusahaan berbasis di Silicon Valley ini mengonfirmasi telah melakukan update pada kesepakatannya dengan sejumlah OEM, memaksa mereka menggulirkan patch keamanan secara reguler dan rutin.

Kepala keamanan Android Google, David Kleidermacher, menyebut bahwa perusahaan dengan perangkat yang digunakan oleh miliaran pengguna akan menjadi target yang empuk. Hal ini menyebabkannya harus didukung oleh perlindungan yang kuat.

Selain itu, Kleidermacher juga menyebut bahwa kesepakatan tersebut seharusnya meningkatkan jumlah perangkat dan pengguna yang menerima patch keamanan secara reguler. Namun, Kleidermacher tidak menjelaskan secara terperinci merek yang terlibat dalam kesepakatan baru tersebut.

Android P Beta yang baru-baru ini dirilis mengindikasikan sejumlah merek produsen smartphone tersebut. Selain itu, produsen dengan perangkat unggulan seperti Essential, Nokia, OnePlus, Oppo, Sony, Vivo, dan Xiaomi memiliki akses ke Android P Beta, mengindikasikan kesepakatan terbaru Google dengan produsen tersebut.

Kesepakatan ini juga diperkirakan termasuk klausul patch keamanan, meski masih belum diketahui dengan pasti rentang waktu pengguliran update tersebut. Sementara itu sebagai contoh, Samsung sering kali menggulirkan satu update setiap kuartal kepada perangkat kelas menengah dan terjangkau.

Selain itu, Google juga mengonfirmasikan bahwa Project Treble akan digunakan agar proses berjalan dengan lancar, yang turut mengindakasikan bahwa kesepakatan ini hanya akan berlaku pada perangkat pengguna sistem operasi Android 8.0 Oreo dan terbaru.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.