iPhone 7, Wadah Kembalinya Duet Apple dan Intel?

Riandanu Madi Utomo    •    Rabu, 14 Sep 2016 15:50 WIB
inteliphone 7
iPhone 7, Wadah Kembalinya Duet Apple dan Intel?
Intel diam-diam mulai ikut andil dalam pembuatan iPhone

Metrotvnews.com: Meski tidak mendapatkan banyak publikasi, sebenarnya iPhone 7 dan 7 Plus memiliki dua varian yang berbeda.

Berdasarkan dokumentasinya, iPhone 7 memiliki dua varian yang dibedakan berdasarkan penggunaan modemnya, yaitu iPhone 7 yang menggunakan modem Qualcomm, serta yang menggunakan modem Intel.

Apa bedanya? iPhone 7 yang menggunakan modem Intel tidak akan bisa mendukung jaringan CDMA yang banyak digunakan operator Amerika Serikat, seperti Verizon dan Sprint.

Menurut Fast Company, jumlah penggunaan modem Intel di iPhine 7 juga ditaksir mencapat 30 hingga 40 persen. Artinya, Intel mulai kembali serius menggarap teknologi ponsel yang dimulai dari penguasaan penggunaan modem pada iPhone.

Mengapa Apple bersedia membuat dua varian iPhone 7 bersama Intel?

Ada beberapa alasan mengapa Apple memilih membuat dua varian iPhone 7, meski distribusinya akan semakin rumit. Pertama, hadirnya dua varian iPhone 7 membuat biaya produksi iPhone 7 semakin murah. Karena kondisi jaringan seluler di setiap wilayah berbeda-beda, Apple bisa menentukan iPhone 7 versi apa yang akan didistribusikan di setiap daerah tanpa perlu menjejalkan seluruh fitur jaringan ke dalam ponselnya.

Alasan kedua adalah rumitnya konfigurasi jaringan di setiap wilayah. Tingkat kompleksitas jaringan di sebuah wilayah juga semakin meningkat. Misalnya, operator seluler saat ini banyak yang menggunakan kombinasi dua spektrum jaringan menggunakan teknologi Carrier Aggregation untuk meningkatkan kapasitas jaringan broadband-nya.

Semakin kompleksnya jaringan tersebut membuat Apple harus menambahkan komponen lain ke dalam ponsel iPhone, seperti amplifier, filter, dan switch. Penambahan komponen tersebut tentu akan menaikkan harga.

Dengan merilis dua varian iPhone 7 yang berbeda, setidaknya Apple bisa melenyapkan penggunaan komponen tambahan berlebih dan mengkonfigurasikan ponselnya agar bisa mendukung jaringan di area pendistribusiannya.

Namun apakah hanya itu alasannya?

Di balik dua alasan tersebut, Apple dan Intel tampaknya memiliki agenda tersendiri. Kedekatan Apple dan Intel bisa jadi merupakan salah satu alasan mengapa Apple mulai beranjak dari Qualcomm dan berpaling ke Intel. 

Dua perusahaan tersebut memang telah lama menjalin kerja sama, namun Intel sempat tertinggal dalam pengembangan prosesor ponsel sejak menolak tawaran Apple untuk mengembangkan prosesor iPhone beberapa tahun yang lalu.

Kali ini Intel kembali mendekati Apple melalui modem terbarunya, Intel 7460. Menurut sumber internal, Intel sudah menjalin kerja sama dengan Apple dalam beberapa tahun terakhir untuk mengembangkan modem tersebut. Tidak hanya itu, Intel bahkan mengerahkan setidaknya 1.000 orang untuk membantu Apple mengembangkan iPhone.

Melihat kondisi ini, kemungkinan besar Intel akan menggerogoti Qualcomm di iPhone. Mungkin Intel juga akan membantu Apple untuk mengembangkan chip lainnya yang ada di iPhone, seperti prosesor seri AX, GPU, dan komponen lainnya.

Tentu saja, ini akan menjadi langkah yang sangat baik bagi Intel untuk menunjukkan kembali kemampuannya sebagai pembuat chip di perangkat mobile.

Lalu bagaimana dengan Apple? 

Melalui kerja sama dengan Intel yang merupakan salah satu mitra terdekat sejak lama, Apple bisa mengontrol kualitas perangkatnya secara lebih baik. Bahkan, Apple bisa saja meminta Intel sebagai satu-satunya produsen chip bagi iPhone nantinya dan tidak lagi bergantung kepada banyak produsen chip yang tentunya bisa menambah biaya produksi dan menurunkan kualitas perangkat.


(MMI)