Dara Khosrowshahi, Bos Baru Uber

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 28 Aug 2017 09:52 WIB
uber
Dara Khosrowshahi, Bos Baru Uber
Dara Khosrowshahi, mantan pemimpin Expedia, ditunjuk sebagai CEO baru Uber.

Metrotvnews.com: Proses pencarian CEO baru panjang dan berliku yang dihadapi Uber telah berakhir, setelah perusahaan layanan pemesanan transportasi via aplikasi ini dirumorkan menunjuk mantan bos Expedia, Dara Khosrowshahi sebagai pemimpin barunya.

Uber hanya bersedia membagi informasi yang menyebut bahwa dewan direksi telah memilih CEO dan akan mengumumkan keputusannya tersebut secara resmi kepada pegawai terlebih dahulu. Namun Engadget melaporkan, keputusan tersebut dinilai sesuai dengan bocoran terakhir terkait dengan keputusan Uber.

Jika rumor tersebut akurat, pilihan Uber terdiri dari tiga kandidat yaitu mantan pemimpin GE, Jepp Immelt, HPE Meg Whitman, dan pilihan ketiga yang sebelumnya menjadi misteri, yaitu Khosrowshahi. Immelt dilaporkan mengundurkan diri sebelum proses voting dimulai, setelah keraguan terkait kepemimpinan dan semangat yang ditunjukannya terkait proses peradilan Travis Kalanick mencuat.

Sementara itu, Whitman secara publik menyatakan penolakannya terhadap posisi tersebut, kecuali telah mendapatkan jaminan bahwa Kalanick akan mengurangi keterlibatannya. Dengan kata lain, Uber diperkirakan memilih Khosrowshahi berdasarkan proses eliminasi.

Belum diketahui alasan pasti dibalik pemilihannya tersebut, Khosrowshahi akan menghadapi tantangan besar saat resmi menjabat sebagai CEO Uber. Khosrowshahi harus menyelesaikan budaya korporat Uber yang dinilai bermasalah, yang dapat diselesaikan dengan menghentikan keterlibatan pimpinan seperti Kalanick, dan mengimplementasikan kebijakan lebih baik.

Selain itu, Khosrowshahi juga harus membuktikan bahwa Uber tidak lagi terobesi dengan uang, serta bukan lagi menjadi perusahaan pelanggar hukum seperti citra yang sebelumnya disematkan kepadanya. Khosrowshahi juga harus menghadirkan pendapatan lebih besar, demi menutupi kerugian dan pengeluaran dalam jumlah besar yang dialami Uber selama beberapa tahun terakhir.

Uber juga dilaporkan tengah bersiap untuk menjalani proses penawaran saham publik awalnya, meski rancana tersebut masih harus tertahan akibat kerugian yang dialaminya. Mantan pemimpin Expedia yang segera menjabat sebagai CEO ini juga harus menunjukan kemampuannya dalam mengendalikan biaya, serta menunjukan bahwa Uber memiliki masa depan yang panjang dan sehat.


(MMI)