Ini Tanggapan Netizen Soal Pemblokiran Telegram

Riandanu Madi Utomo    •    Jumat, 14 Jul 2017 19:19 WIB
kominfotelekomunikasiaplikasi
Ini Tanggapan Netizen Soal Pemblokiran Telegram
Aplikasi Telegram resmi diblokir di Indonesia

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Komunimasi dan Informatika memblokir aplikasi pengirim Telegram. Alasannya adalah karena aplikasi itu sering digunakan oleh anggota grup radikalisme dan teroris untuk berkomunikasi.

"Aplikasi Telegram dipakai oleh teroris jaringan radikalisme untuk berkomunikasi," ujar Noor Iza kepada Metrotvnews.com. Dia menjelaskan, tingkat penggunaan Telegram oleh grup radikal dan teroris dirasa cukup intens. Karena itu, Kominfo memutuskan utk memblokir aplikasi pengirim pesan tersebut.

Keputusan tersebut lantas menimbulkan berbagai tanggapan dari netizen. Topik Telegram pun kini menjadi trending topic nomor satu untuk pengguna Twitter di Indonesia. Banyak di antara netizen yang mengkritik langkah tersebut.
 
Ada pula netizen yang mengatakan pemblokiran Telegram tidak masuk akal karena konten negatif ada di semua media komunikasi dan media sosial.
 
Bahkan ada netizen yang menyebarkan petisi online agar pemerintah mencabut keputusan untuk memblokir Telegram.
 
Kebanyakan netizen yang mengeluh disebabkan oleh aplikasi Telegram merupakan sarana untuk berkomunikasi di lingkungan kerjanya.
 
Menurut pantauan Metrotvnews.com, aplikasi Android Telegram masih bisa digunakan, walau versi perambannya sudah tidak bisa diakses. Beberapa operator seluler juga terpantau telah memblokir Telegram, di antaranya adalah Telkomsel dan XL.

Pada akhir November lalu, Telegram memang sempat memblokir 78 kanal komunikasi yang diduga digunakan oleh kelompok ISIS untuk menyebarkan propaganda dan sebagai alat komunikasi.


(MMI)