Nokia AVA Dukung Tri Tambah Kemampuan Jaringan

Mohammad Mamduh    •    Kamis, 08 Nov 2018 10:20 WIB
nokiatelekomunikasitri
Nokia AVA Dukung Tri Tambah Kemampuan Jaringan
Ilustrasi: Voice&Data

Jakarta: Nokia mengadakan kerja sama strategis dengan operator Hutchinson Tri Indonesia untuk meningkatkan efisiensi pada jaringan LTE.

Penggunaan solusi Spectral Performance Management dari Nokia dinilai menghasilkan peningkatan efisiensi spektrum Tri Indonesia sebesar 17 persen, yang berarti lebih banyak layanan mobile broadband yang bisa diberikan bagi pelanggan.

Tri Indonesia melihat para pelanggan milenialnya  aktif menggunakan aplikasi dan membutuhkan bandwidth yang cukup tinggi seperti video dan game mobile.

Karena pertumbuhan pelanggan dan traffic yang tinggi, operator harus bisa memanfaatkan sumber daya jaringan radio LTE tanpa menambahkan hardware, spektrum, atau BTS baru.

Teknologi Spectral Performance Management Nokia diklaim memungkinkan Tri Indonesia  mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kinerja jaringan. Analisis berbasis cloud Nokia AVA menghasilkan rekomendasi otomatis yang meningkatkan efisiensi spektral dan membantu memprioritaskan investasi terhadap kapasitas tambahan.

Nokia AVA diklaim mampu mengumpulkan, menyimpan, dan menganalisis data dari berbagai sumber, termasuk data Minimization of Drive Test (MDT).

Sebagai sebuah fitur 3GPP, MDT memungkinkan pengumpulan data performa dari Nokia dan vendor jaringan lainnya, memanfaatkan miliaran laporan pengukuran anonim yang dikirim oleh ponsel biasa.

Algoritma mesin pembelajaran, yang dikembangkan oleh Nokia Bell Labs, menganalisis data dan mengidentifikasi pola penggunaan dan perilaku jaringan untuk mendapatkan informasi yang sangat terperinci, insight dari level sub-cell mengenai kepadatan pelanggan, throughput pada aplikasi, dan performa sinyal radio.

Analisis tingkat forensik ini membantu insinyur jaringan memahami di mana kapasitas hampir habis, dan bagaimana seluruh data dapat ditingkatkan sambil memprediksi permintaan selanjutnya dari pelanggan. 

“Operator seluler dari semua vendor menghadapi kenyataan yang sama: permintaan jaringan terus meningkat, tetapi spektrum yang tersedia umumnya tetap sama," kata John Byrne, Service Director for Global Telecom Technology and Software at GlobalData.  

"Akibatnya, mereka harus melakukan apa saja untuk mendapat lebih banyak kapasitas dan kinerja dari sumber yang sama. Artificial Intelligence berbasis analisis memainkan peran penting dalam memastikan kinerja jaringan yang kuat dan memaksimalkan efisiensi spektral.”  


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.