Smartphone Samsung Gunakan Selfie untuk Atur Cahaya

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 19 Nov 2018 16:55 WIB
Smartphone Samsung Gunakan Selfie untuk Atur Cahaya
Kamera depan di smartphone Samsung.

Jakarta: Selama ini smarthone menggunakan sensor ambient light, yang bisa membaca intensitas cahaya di sekitar pengguna untuk secara otomatis mengatur tingkat kecerahan layar.

Kini Samsung kabarnya berencana menghilangkan sensor tersebut untuk segmen terjangkau yang akan dirilis di India, dikutip dari Android Authority. Hal ini dilakukan untuk membuat smartphone menjadi lebih murah.

Seperti diketahui bahwa pasar smartphone serupa seperti di Indonesia yakni sebagai pasar bertumbuh dengan segmen terjangkau yang mendominasi. Bagi Samsung, pasar India juag sangat penting.

Oleh sebab itu, mereka berencana menekan harga semurah mungkin, meskipun harus menguangi sensor yang terpasang. Alternatifnya sensor tersebut akan diganti dengan kemampuan kamera depan menghasilkan dan membaca foto selfie penggunanya.

Situs SamMobile pertama kali melaporkan temuan teknologi ini pada update di Samsung Galaxy J8 yang menyebutkan bahwa kamera depan secara otomatis akan mengambil foto saat kunci smartphone dibuka.

Dijelaskan secara singkat, hasil foto ini hanya untuk mengukur intensitas cahaya saat pengguna membuka smartphone tersebut. Foto juga tidak akan tersimpan di galeri foto sehingga pengguna tidak perlu takut fotonya memenuhi memori internal.

Samsung sendiri belum mengumumkan secara resmi. Kemungkinan besar fitur tersebut baru akan diumumkan bersamaan dengan smartphone terjangkau yang akan dirilis.
(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.