Yellowfin BI Masih Terfokus Bangun Merek dan Edukasi Pasar

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 26 Nov 2018 15:46 WIB
teknologi
Yellowfin BI Masih Terfokus Bangun Merek dan Edukasi Pasar
Yellowfin BI menyebut pasar Indonesia terbuka dengan solusi yang ditawarkan perusahaan baru.

Jakarta: Masih tergolong baru di Indonesia, mungkin masih belum banyak yang mengenal merek Yellowfin BI sebagai penyedia solusi analisis data. Karenanya, Yellowfin melalui distributornya, Absolute Data indonesia, masih terfokus dalam membangun merek di Indonesia.

“Kami baru ada di Indonesia mulai 2017 lalu, jadi saat ini, membangun merek dan mengedukasi pasar masih menjadi fokus kami. Selain itu, saat ini kami juga masih berupaya membangun kepercayaan dan pemahaman terkait dengan produk yang kami tawarkan,” ujar Chief Executive Officer Yellowfin BI Glen Rabie.

Untuk memasarkan solusinya di Indonesia, Rabie mengaku tidak mengalami tantangan berarti, salah satunya berkat dukungan kuat dari mitra Yellowfin BI di Indonesia. Selain itu, pasar Indonesia dinilai lebih terbuka terkait dengan solusi dari perusahaan baru.

Pasar Indonesia dinilai lebih mementingkan nilai dan efisiensi yang ditawarkan produk, ketimbang melihat dari segi merek yang menawarkan produk tersebut. Hal ini diakui Rabie berbeda dengan negara pasar Yellowfin lainnya di dunia, yang lebih mementingkan merek.

Selain itu, Yellowfin BI menyebut kecepatan proses analisis data yang disuguhkan solusinya, menjadi pembeda dari solusi kompetitor.

Baik Signal maupun Stories diklaim memiliki rasio waktu pemprosesan hingga menghasilkan nilai yang dibutuhkan lebih cepat dari kompetitor.

Yellowfin BI juga mengklaim bahwa solusi yang ditawarkannya memiliki kemampuan untuk menghubungkan pengguna bisnis dengan berbagai tipe sumber data, yang turut menjadikan pembeda dengan kompetitor.

Tidak diperuntukan untuk industri tertentu, Yellowfin menyebut solusinya dapat dimanfaatkan oleh berbagai industri, serta berbagai divisi dalam satu perusahaan.

Kemampuan ini mendukung tujuan Yellowfin BI untuk mendorong pasar yang disambanginya menjadi negara yang didorong oleh data. 


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

1 week Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.