Kreator YouTube Mulai Jual Kanalnya?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 24 Jan 2019 14:52 WIB
youtube
Kreator YouTube Mulai Jual Kanalnya?
Kreator individual mulai menjual kanalnya. (AFP PHOTO / NICOLAS ASFOURI)

Jakarta: Salah satu kanal yang masuk daftar 100 kanal YouTube terpopuler terjual dengan harga jutaan dollar. Ini adalah kali kedua hal terjadi dalam waktu beberapa bulan.

Para YouTubers merasa, ini adalah awal mula dari tren merger dan akuisisi. Tren ini dimulai ketika seorang kreator individual khawatir YouTube tidak lagi peduli pada mereka jika mereka tidak berlaku layaknya perusahaan profesional. 

Ialah Enchufe.tv, salah satu kanal YouTube terbesar di negara-negara berbahasa Spanyol. Minggu lalu, mereka mengumumkan bahwa kanal mereka telah terjual pada Desember.

Kanal komedi itu memiliki lebih dari 19 juta pengikut, mengalahkan Logan Paul dan BuzzFeed. Akuisisi ini terjadi setelah akuisisi Little Baby Bum -- kanal dengan jumlah view terbanyak ke-13 di YouTube -- pada bulan Juli. 

Ada tiga hal yang mendorong terjadinya akuisisi ini, menurut laporan The Verge. Pertama, keputusan YouTube untuk memprioritaskan bintang Hollywood daripada kreator mandiri.

Kedua, kreator mengalami kelelahan karena beban membuat video yang terlalu berat. Ketiga, keuntungan yang didapat kreator di luar YouTube. 

Khawatir dengan keengganan kreator untuk mendekati para pengiklan, YouTube mengumumkan sejumlah program original pada bulan Mei lalu. Program itu dibintangi oleh Will Smith, Kevin Hart, dan pelawak Inggris Jack Whitehall dan bukannya YouTuber mandiri.

Pada saat yang sama, ada banyak kreator yang memutuskan untuk rehat sejenak karena mereka terlalu lelah, termasuk vlogger komdei Elle Mills dan Rubén “El Rubius” Gundersen, salah satu YouTuber terpopuler di ranah gaming.

Para kreator juga bisa mendapatkan untung dari luar YouTube, seperti melalui podcast, menjual buku, dan menjadi host. 

Alhasil, YouTube mulai mencari selebritas mainstream yang dulu justru mereka ingin kalahkan. Ini mendorong kreator untuk menjadi lebih profesional. Biasanya, hal ini bisa dicapai ketika kreator tidak bekerja sendiri atau membiarkan kanalnya diurus oleh MCN (Multi-Channel Network). 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.