Ponsel Lipat Samsung Pasang Kamera Ganda?

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 15 Dec 2018 13:08 WIB
samsung
Ponsel Lipat Samsung Pasang Kamera Ganda?
Perusahaan riset dari Korea Selatan merilis laporan prediksi terkait dengan Samsung Galaxy F.

Jakarta: Perusahaan riset di Korea Selatan bernama CGS-CIMB Group merilis laporan terkait ponsel lipat di masa depan. Laporan ini memprediksi bahwa ponsel lipat ini akan menjadi tren yang membuat pasar smartphone yang stagnan kembali tumbuh.

Pada tahun 2019, CIMB memperkirakan penjualan ponsel lipat secara global mencapai empat juta unit. Jumlah ini akan meningkat hingga 39 juta unit pada tahun 2020, meningkatkan pangsa pasar ponsel lipat menjadi 9,2 persen, dari 1,3 persen pada 2019.

CIMB juga memperkirakan bahwa Samsung Galaxy F, sebagai ponsel lipat pertama dari produsen kenamaan, akan dipasarkan dengan harga ritel sebesar USD1.800 (Rp26,2 juta). Dengan kisaran harga tersebut, margin keuntungan Samsung akan mencapai 65 persen.

Pendapatan tersebut dinilai CGS-CIMB Group, serupa dengan pendapatan yang diterima Apple dari lini iPhone XS Max. Namun, margin untung itu 10 persen lebih rendah dari apa yang Samsung dapatkan dari Galaxy S9+.

Pada tahun 2022, laporan ini memprediksi bahwa ponsel berdesain lipat akan dipasarkan dengan kisaran harga sebesar USD1.300 (Rp18,9 juta). Analis juga menyebut bahwa Samsung Galaxy F akan dibekali dengan dua baterai di masing-masing bagian layar.

Jika dikombinasikan, sepasang baterai ini akan menambahkan kapasitas daya antara 5.000mAh hingga 6.000mAh. Kamera ganda beresolusi 12MP+12MP juga diprediksi akan terdapat di bagian belakang, dan kamera 8MP di bagian depan.

Informasi ini dilaporkan telah diverifikasikan oleh pemasok, atas permintaan CGS-CIMB Group. Laporan tersebut juga menambahkan bahwa Galaxy F diprediksi akan didukung oleh chipset Exynos 9820 atau Qualcomm Snapdragon 8150 Mobile Platform.

Perangkat berlayar 7 inci dan bisa menjadi 12 inci dengan tiga layar terpisah ini akan didukung RAM 8GB dan ruang penyimpanan internal 128GB, meski ponsel ini diperkirakan juga memiliki varian lain.

Analis turut menyebut bahwa Samsung akan memproduksi sebanyak satu juta layar OLED lentur pada tahun 2019, yang diyakini CGS-CIMB Group tidak akan disamai oleh LG Display, setidaknya hingga tahun 2020.


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.