Bos Twitter Kembali Pertimbangkan Tombol Edit

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 13 Nov 2018 12:39 WIB
media sosialtwitter
Bos Twitter Kembali Pertimbangkan Tombol Edit
CEO Twitter, Jack Dorsey. (Photo by Prakash SINGH / AFP)

Jakarta: Untuk pertama kalinya sejak akhir 2016, CEO Twitter Jack Dorsey memberikan sedikit informasi terkait rencana Twitter untuk mengembangkan tombol edit.

Dalam acara yang diadakan di New Delhi, India, dia berkata bahwa Twitter tengah mempertimbangkan dengan hati-hati untuk membuat tombol sebelum merealisasikannya. Ini bisa menjadi alat untuk membetulkan typo atau salah ketik.

"Anda harus memerhatikan penggunaan dari tombol edit. Banyak orang ingin tombol edit karena mereka ingin memperbaiki kesalahan yang mereka buat. Misalnya, salah ketik atau memberikan tautan yang salah," kata Dorsey, seperti yang dikutip dari The Next Web.

"Ini lebih mudah untuk direalisasikan daripada fitur yang memungkinkan seseorang untuk mengedit kicauan lama."

Dorsey menambahkan, idealnya, Twitter juga akan membatasi jumlah pengeditan yang bisa dilakukan oleh pengguna. Karena jika tidak, pengguna akan memanfaatkan fitur ini untuk mengubah pernyataan salah yang mereka buat.

Dia menjelaskan, Twitter ingin membuat solusi yang menyelesaikan masalah dan menghilangkan apa yang dianggap sebagai "halangan" di platform mereka.

"Kami telah mempertimbangkan hal ini selama beberapa waktu dan kami ingin melakukannya dengan benar. Kami tidak bisa terburu-buru meluncurkannya. Kami tidak bisa membuat fitur ini menjadi sesuatu yang menyulitkan rekam jejak umum," kata Dorsey.

Memang, para pengguna Twitter telah meminta perusahaan untuk membuat tombol Edit. Bahkan Kim Kardashian menginginkan fitur ini.

Pada 2016, Dorsey mengatakan bahwa perusahaan telah mempertimbangkan untuk membuat tombol edit. Namun, pada akhirnya, mereka tidak meluncurkan fitur itu.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.