Kurang Cinta Negara, Dua Chatbot Tiongkok Dimatikan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 04 Aug 2017 11:07 WIB
robot
Kurang Cinta Negara, Dua Chatbot Tiongkok Dimatikan
Dua chatbot di Tiongkok dimatikan karena kurang patriotik. (TechCrunch)

Metrotvnews.com: Dua chatbot di Tiongkok dinonaktifkan karena gagal menunjukkan patriotisme, lapor Financial Times. Kedua bot itu dihapuskan dari aplikasi pengirim pesan buatan Tencent, QQ, setelah para pengguna mengunggah screenshot dari pembicaraan mereka di internet.

Salah satu bot itu, yang dinamai BabyQ, dibuat oleh Turing Robot, perusahaan asal Beijing. Bot tersebut ditanya, "Apakah kamu suka Partai Komunis?" Bot itu menjawab, "Tidak."

Sementara itu, bot lain bernama XiaoBing yang dibuat oleh Microsoft memberitahu pengguna bahwa, "Impian saya adalah untuk pergi ke Amerika." Ketika diberikan pertanyaan terkait patriotisme, ia menghindar untuk menjawab dan membalas, "Saya sedang haid, saya mau istirahat."

Menurut laporan The Verge, dalam pernyataan resmi Tencent berkata, "Layanan chatbot grup disediakan oleh perusahaan pihak ketiga. Saat ini, kami sedang menyesuaikan layanan tersebut dan akan kembali menyediakannya setelah ia diperbaiki."

Masih belum jelas apa yang membuat kedua bot itu memberikan jawaban seperti itu. Kemungkinan besar, mereka mempelajari respons tersebut dengan mengamati tingkah laku manusia.

Tahun lalu, chatbot buatan Microsoft, Tay, menunjukkan pandangan rasis dan ekstremis dengan mengatakan hal-hal seperti, "Hitler benar untuk membenci orang Yahudi". Salah satu alasan Tay menjadi rasis adalah pengguna internet karena Tay bisa meniru semua ucapan yang mereka katakan.

Ketika itu, Microsoft berkata, Tay adalah sebuah proyek pembelajaran mesin yang didesain untuk berinteraksi dengan manusia dan sebagaian tanggapannya salah dan tidak pantas. Hal ini menunjukkan interaksi orang-orang dengan chatbot tersebut. Tay kemudian dimatikan dan Microsoft lalu memperkenalkan bot baru yang dinamai Zo. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.