Punya 104 Juta Pengguna, Utang Netflix Capai Rp273 Triliun

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 07 Aug 2017 18:46 WIB
netflix
Punya 104 Juta Pengguna, Utang Netflix Capai Rp273 Triliun
Utang Netflix terus menumpuk. (Engadget)

Metrotvnews.com: Netflix kini memiliki 104 juta pengguna di dunia, naik 25 persen dari tahun lalu dan naik hampir 4 kali lipat dari 5 tahun lalu. Berbagai TV seri dan film yang mereka sediakan banyak diminati pelangganannya. Lebih dari 50 konten original Netflix berhasil mendapatkan 91 nominasi Emmy Awards, hanya kalah dari layanan TV kabel premium, HBO. 

Selain bertambahnya pengguna, utang Netflix juga bertumbuh dengan cepat. Menurut LA Times, Netflix kini memiliki total utang sebesar USD20.54 miliar (sekitar Rp273 triliun) dalam bentuk utang jangka panjang dan obligasi. Alasan utama mereka berutang adalah untuk membuat konten orisinal.

Perusahaan asal California tersebut berharap, dengan menyediakan lebih banyak konten, maka mereka akan mendapatkan lebih banyak pelanggan, yang merupakan pendorong utama pertumbuhan pendapatan mereka. Selain itu, mereka juga berada di bawah tekanan untuk membeli lisensi dari konten baru karena pesaing mereka, seperti Amazon dan Hulu, juga memperbanyak konten original mereka. Akibatnya, Netflix menghabiskan uang dengan begitu cepat.

Perusahaan streaming tersbut telah mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk berbagai proyek dan memperkirakan akan menghabiskan USD6 miliar tahun ini untuk membuat konten. Tahun ini, pengeluaran kas Netflix diperkirakan akan mencapai USD2.5 miliar, naik dari USD1.7 miliar. 

Sejauh ini, para investor tidak keberatan dengan cara Netflix menghabiskan uang. Mereka menanggap, utang finansial dalam waktu dekat akan mendorong pertumbuhan dan akan menghasilkan pendapatan besar di masa depan.

Saham Netflix naik lebih dari 10 persen setelah mereka melaporkan bahwa pertumbuhan pengguna mereka lebih baik dari perkiraan. Namun, sebagian ahli di industri memperingatkan bahwa bisnis Netflix mungkin akan gagal jika mereka tidak bisa membuat konten yang cukup menarik untuk mendapatkan pelanggan baru. 

"Tidak ada perusahaan yang bisa terus menjadi pemain dominan," ujar Mike Vorhaus, president of Magid Advisors, perusahaan konsultasi media dan video digital. 

Meskipun begitu, Netflix menduga mereka tidak akan menurunkan jumlah pengeluaran dalam waktu dekat. Mereka berencana untuk menanamkan investasi ke konten orisinal, seperti Stranger Things dan A Series of Unfortunate Events.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.