Pendiri Kaspersky Anggap AS Sengaja Tuduh Mereka Soal Mata-mata Siber

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 01 Dec 2017 22:13 WIB
kaspersky
Pendiri Kaspersky Anggap AS Sengaja Tuduh Mereka Soal Mata-mata Siber
Founder & CEO Kaspersky Lab Eugene Kaspersky.

Jakarta: Perusahaan sistem keamanan Kaspersky Lab kerap dituduh oleh Amerika Serikat sebagai mata-mata sekaligus dalang serangan siber yang melanda negara itu, karena berasal dari Rusia. Pendiri perusahaan tersebut meyakini bahwa ini semua rekayasa.

Dilaporkan The Guardian, Pendiri Kaspersky Lab Eugene Kaspersky meyakini bahwa reputasi perusahaannya sengaja dirusak oleh pemerintah Amerika Serikat dan menjadi kambing hitam di antara perseteruan negara tersebut dengan Rusia di ranah keamanan siber.

"Saya meyakini serangan dari pemerintah dan media Amerika Serikat kepada kami sudah direncanakan. Semuanya terjadi secara bersamaan, pemerintah, FBI, dan media semuanya hadir bersamaan, sumber politik, uang, dan media, dan lain-lainnya. Pasti sangat mahal," tutur Kaspersky dalam sebuah konferensi di London beberapa hari lalu.

Seperti diketahui, beberapa bulan kemarin Kaspersky Lab menjadi bahan pembicaraan di media karena tuduhan pemerintah Amerika Serikat. Kaspersky dinyatakan berafiliasi dengan badan intelijen Rusia. Bahkan pemerintah mewajibkan setiap lembaga untuk tidak menggunakan layanan Kaspersky.

Disebutkan ketika Kaspersky ditanya langsung terkait tuduhan tersebut, dia menjawab rela untuk memindahkan bisnisnya dari negara asalnya jika pemerintah Rusia meminta perusahaannya untuk memata-matai penggunanya.

Kaspersky menyatakan bahwa informasi yang diberitakan media mencampur kebenaran dan kebohongan tentang perusahaannya. Misalnya, dia mengutip berita yang mengabarkan bahwa Kaspersky Lab bekerja sama dengan Badan Intelijen Rusia.

Kaspersky menjelaskan bahwa Badan Intelijen Rusia juga bertanggung jawab atas keamanan siber negara tersebut. Ketika Rusia menangani serangan siber yang melanda negaranya dan terjadi secara global, jelas Kaspersky Lab akan membantu. 

The Guardian menyebutkan bahwa Kaspersky mengakui dampak dari pelarangan penggunaan layanan sistem keamanannya di Amerika Serikat memiliki dampak kecil terhadap bisnisnya.

Namun dia lebih menyayangkan dampak yang muncul dari pemberitaan media. Bisnis sistem keamanan Kaspersky Lab diprediksi akan menurun drastis di kawasan Amerika Utara dan di Eropa.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.