Broadcom Resmi Tawar Qualcomm Rp1.755 Triliun

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 07 Nov 2017 20:32 WIB
qualcomm
Broadcom Resmi Tawar Qualcomm Rp1.755 Triliun
Qualcomm beberapa waktu lalu baru saja mengajukan tawaran akuisisi ke kompetitornya, NXP Semiconductor.

Metrotvnews.com: Persaingan di industri komponen prosesor sedang menjadi perbincangan. Qualcomm baru saja mendapatkan tawaran akusisi dari rivalnya, Broadcom dengan nilai terbesar yang pernah ada di industri teknologi.

Dilaporkan oleh The Verge, Broadcom yang sama-sama berbasis di Amerika Serikat, pada hari Senin kemarin secara resmi mengajukan akuisisi ke Qualcomm senilai USD130 miliar. Pernyataan merupakan jawaban dari rumor yang beberapa hari lalu beredar.

CEO Broadcom, Hock Tan menuturkan, apabila tawaran tersebut diterima, maka keduanya bisa bersatu untuk menciptakan beragam produk yang lebih luas lagi.

"Kami membuat tawaran ini dengan penuh percaya diri. Kami sudah menargetkan bahwa konsumen di dunia akan sangat senang apabila tawaran ini terwujud," tutur Hock Tan.

Dijelaskan, tawaran akusisi dari Broadcom kepada Qualcomm merupakan kombinasi dari tawaran uang sekaligus saham. Oleh sebab itu, Hock Tan menargetkan kolaborasi antara pemilik saham dan pelaku industri yang tercipta bisa benar-benar mengubah lansekap industri komponen prosesor.

Banyak pengamat yang menyakini apabila kedua perusahaan tersebut menyatu, maka Broadcom-Qualcomm bisa mendominasi suplai komponen prosesor, tidak hanya untuk perangkat komputer atau smartphone mulai tahun ini. Dipastikan perusahaan produsen komponen prosesor lainnya seperti Intel yang menciptakan prosesor untuk berbagai jenis perangkat akan sangat kewalahan dengan kondisi tersebut.

Apabila Hock Tan bisa meyakini Qualcomm atas tawaran tersebut, kedua perusahaan bisa langsung menjadi produsen komponen terbesar ketiga di dunia, berada dibelakang Intel dan Samsung. 

Nilai pasar dari komponen prosesor selama ini memiliki nilai USD300 miliar dan dikuasai oleh perusahaan yang gemar melakukan akuisisi selama beberapa tahun. Misalnya Softbank yang mengakuisisi ARM dengan nilai USD31 miliar, Intel yang mengakuisisi Altera seharga USD16,7 miliar, dan Qualcomm sendiri yang saat ini justru sedang berusaha mengakuisisi NXP Semiconductor senilai USD39 miliar.

Tawaran Broadcom kali ini tidak bisa dianggap sebagai keuntungan bagi Qualcomm, sebab Qualcomm juga tengah berusaha mempebesar bisnisnya dengan mengajukan tawaran akuisisis ke NXP Semiconductors.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.