Microsoft Jodohkan LinkedIn dan Word dengan Asisten Virtual

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 09 Nov 2017 13:49 WIB
microsoftlinkedin
Microsoft Jodohkan LinkedIn dan Word dengan Asisten Virtual
Microsoft kini memberikan asisten virtual untuk membantu menulis riwayat kerja di Word. (TechCrunch)

Metrotvnews.com: Microsoft mengakuisisi LinkedIn senilai USD26 miliar tahun lalu, menjanjikan bahwa mereka akan mengintegrasikan layanan media sosial profesional tersebut dengan kumpulan aplikasi mereka.

Setelah meluncurkan aplikasi LinkedIn untuk Windows 10, Microsoft kini memamerkan Resume Assistant. Asisten virtual tersebut terintegrasi langsung pada Word di Office 365. Asisten itu akan membantu para pengguna Office 365 untuk membuat riwayat kerjanya di di Word. 

Menurut The Verge, asisten virtual ini akan membaca deskripsi pekerjaan yang telah ada pada CV Anda dan akan mencari contoh riwayat kerja serupa pada LinkedIn untuk membantu Anda untuk menjelaskan tanggung jawab pekerjaan Anda dengan lebih baik.

Microsoft akan menampilkan contoh CV itu di bagian samping Word, tapi tidak mengizinkan Anda secara langsung memindahkan kalimat pada CV ke riwayat kerja Anda.




Engadget menyebutkan, Anda juga akan bisa melihat keahlian apa yang paling dicari di LinkedIn, sehingga Anda bisa tahu kemampuan apa saja yang harus Anda masukkan ke dalam riwayat kerja Anda. Asisten virtual ini bahkan akan membantu Anda untuk melakukan kustomisasi dari CV Anda berdasarkan lowongan pekerjaan yang ada.

Resume Assistant juga bisa menawarkan bantuan profesional via platform kerja lepas, ProFinder untuk membantu Anda menulis CV, mempersiapkan diri menghadapi wawancara dan mengembangkan karir.

Anda juga bisa mengumumkan bahwa diri Anda sedang mencari pekerjaan baru pada para perekrut dari dalam Word tanpa harus takut bos Anda akan mengetahuinya. 

Fitur-fitur baru ini akan tersedia untuk para pengguna Office 365 yang aktif dalam program Office Insiders. FItur pembaruan ini baru akan tersedia terlebih dulu untuk warga di Australia, Brasil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Irlandia, Jepang, Singapura, Afrika Selatan, Spanyol, Selandia Baru, Inggris dan Amerika Serikat sebelum tersedia untuk pengguna di negara-negara lain. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.