MWC 2018

Ponsel Android Go Bangkitkan Segmen RAM 1GB

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 26 Feb 2018 15:27 WIB
googlemwc 2018
Ponsel Android Go Bangkitkan Segmen RAM 1GB
Google memperkenalkan proyek Android Go pada ajang Google I/O tahun lalu di markas besar Google, Silicon Valley, Amerika Serikat.

Jakarta: Google menepati janjinya untuk memperkenalkan smartphone Android Go, dalam ajang MWC 2018 Barcelona. Sesuai yang dituliskan oleh Senior Vice President, Platforms & Ecosystems Android Google Hiroshi Lockheimer.

Bagi Anda yang belum mengetahui apa itu Android Go, proyek ini pertama kali diperkenalkan pada 2017 oleh Google dan sejalan dengan "misi mulia" Google yakni mempopulerkan perangkat atau sistem operasi buatannya yakni Android.

Perbedaannya Android Go merupakan Android versi ringan yang ditujukan untuk smartphone berkapasitas RAM 1GB. Medcom.id. Perlu diketahui bahwa smartphone berkapasitas RAM 1GB di Indonesia ditujukan untuk entry level. Selain harganya yang murah, faktor pengguna yang baru beralih ke Android kemungkinan tidak menggunakan banyak aplikasi di ponsel tersebut. Alhasil kapasitas RAM 1GB saja sudah cukup bagi mereka.

Kehadiran smartphone berbasis Android Go bisa dipandang sebagai cara Google terus meningkatkan angka pengguna sistem operasinya dan menghadirkan fitur terbaru dari Android ke smartphone harga terjangkau.

Bagi industri smartphone, hal ini juga bisa jadi alasan untuk membangkitkan kembali pasar smartphone terjangkau. 

Lockheimer sendiri menuturkan bahwa Android Go ditargetkan untuk hadir di smartphone di bawah harga USD50 atau Rp 600 ribuan. Namun, hal ini tampaknya sulit dengan melihat tiga smartphone berbasis Android Go yang sudah diumumkan pada ajang MWC 2018 hari ini.



Ketiga smartphone ini mengusung sistem operasi Android Oreo Go. Pertama adalah Nokia 1 dengan layar 4,5 inci menggunakan prosesor MediaTek MT6737M octa-core dengan RAM 1GB dan memori internal 8GB up to 128GB. Dibekali kamera belakang 5MP dan depan 2MP serta baterai 2.1250 mAh yang dijual seharga USD85 atau Rp1,1 juta.



Alcatel 1X memiliki layar 5,3 inci rasio 18:9 dengan prosesor MTK6850 quad-core serta RAM 1GB dan memori internal 16GB. Berbekal kamera belakang 16MP dan depan 8MP serta baterai 2.460 mAh yang dijual seharga USD135 atau Rp1,8 juta.



Terakhir adalah ZTE Tempo Go dengan layar 5 inci menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 210 didukung RAM 1GB dan memori internal 8GB up to 32 GB. Kamera belakang 5MP dan depan 2MP serta kapasitas baterai 2.200 mAh. Kabarnya smartphone ini dijual seharga USD80 atau Rp1 juta.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

5 days Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.