Samsung Galaxy Note 7 Masih Populer di Korea Selatan

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 01 Oct 2016 10:58 WIB
samsung
Samsung Galaxy Note 7 Masih Populer di Korea Selatan
Pemeritaan negatif Samsung Galaxy Note 7 tidak mempengaruhi popularitasnya di Korea Selatan.

Metrotvnews.com: Samsung melakukan proses recall secara global untuk smartphone terbarunya, Galaxy Note 7, setelah mengalami sejumlah permasalahan yang diperkirakan diakibatkan oleh baterai. Namun, hal tersebut dilaporkan tidak mempengaruhi popularitasnya di Korea Selatan.

Menurut media Korea, popularitas Samsung Galaxy Note 7 tetap berada pada level tinggi di negara asalnya tersebut. Meskipun demikian, Samsung berharap dapat menyelesaikan program penukaran seluruh perangkat Galaxy Note 7 pada awal November mendatang.

Popularitas Samsung Galaxy Note 7 yang tidak terpengaruh oleh pemberitaan negatif ini didukung oleh penjualan yang kembali dilakukan oleh tiga operator besar di Korea Selatan, yaitu SK Telekom, KT dan LG Uplus, via pre-order pada bulan lalu.

Sejak program pre-order tersebut dihelat, sebanyak 16 ribu perangkat Samsung Galaxy Note 7 dilaporkan telah diaktifkan di Korea Selatan. Jumlah ini dinilai sebagai pencapaian yang baik untuk smartphone yang dipasarkan di negara tersebut.

Selain itu, lebih dari 400 ribu unit Samsung Galaxy Note 7 dilaporkan telah terjual via pre-order di Korea Selatan sejak 19 Agustus lalu, namun sekitar 20 hingga 30 persen belum diaktifkan. Sementara itu, sebesar 73 persen smartphone Galaxy Note 7 yang dilaporkan terjual sebelum 15 September telah ditukarkan dengan unit baru.

Sekitar 23 ribu unit Samsung Galaxy Note 7 di Korea Selatan dilaporkan telah ditukar dengan unit baru, namun Samsung masih memberikan kesempatan bagi konsumen dengan perangkat bermasalah untuk menukarkannya dengan unit baru.

Menurut Samsung, penjualan perangkat baru Galaxy Note 7 yang diklaim lebih aman akan dilanjutkan pada 1 Oktober, namun hanya untuk pasar Korea Selatan. Sejumlah peritel di negara tersebut memperkirakan Samsung akan menjual sekitar 20 ribu ponsel selama hari tersebut.


(MMI)