Chan Zuckerberg Initiative Investasi Rp39 Triliun Demi Sembuhkan Semua Penyakit

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 22 Sep 2016 11:16 WIB
facebook
Chan Zuckerberg Initiative Investasi Rp39 Triliun Demi Sembuhkan Semua Penyakit
Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan. (AP Photo / Jeff Chiu)

Metrotvnews.com: Chan Zuckerberg Initiative mengumumkan akan menanamkan investasi sebesar lebih dari USD3 miliar (Rp39,5 triliun) dalam waktu 10 tahun ke depan untuk menyembuhkan semua penyakit yang ada di akhir abad ini.

"Kita semua memiliki kesempatan untuk membuat dunia menjadi lebih baik," kata Mark Zuckerberg, CEO Facebook dan Co-head Chan Zuckerberg Initiative.

Pengumuman ini dibuat dalam acara yang diadakan di University of California. Acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat, mulai dari peneliti, investor, politikus, dan beberapa petinggi perusahaan teknologi seperti Co-founder Microsoft Bill Gates, CEO Google Sundar Pichai, COO Facebook Sheryl Sandberg, Wakil Gubernur California Gavin Newson dan mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Janet Napolitano.

Zuckeberg pertama kali mengumumkan rencana untuk membuat Chan Zuckerberg Initiative di bulan Desember tahun lalu. Perusahaan tersebut akan mendapatkan 99 persen saham Facebook yang saat ini dihargai USD45 miliar (Rp592,2 triliun). 

Bersama dengan sang istri, Priscillan Chan, yang merupakan dokter anak, Zuckerberg menjalankan Initiative, yang saat ini memiliki fokus untuk mengembangkan potensi manusia dan memberikan keadilan.

Untuk merealisasikan rencananya, Chan Zuckerberg Initiave memiliki 3 fokus. Pertama, mengajak peneliti dan insinyur untuk bekerja bersama. Kedua, membangun teknologi baru. Dan ketiga, membuat gerakan yang mendorong pendanaan sains.



Initiative akan bekerja sama dengan beberapa peneliti kawakan untuk berusaha menyembuhkan berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, penyakit saraf dan penyakit menular.

"Kami membuat investasi di penelitian sains dasar dengan tujuan untuk menyembuhkan penyakit," kata Chan. "Sebagai dokter, hal ini adalah sesuatu yang telah saya pikirkan selama beberapa waktu."

Dengan mata berkaca-kaca, Chan berbicara tentang diskusi yang dia lakukan dengan para orangtua dari anak-anak yang menjadi pasiennya. "Mulai dari memberikan diagnosa leukimia sampai memberitahu orangtua bahwa kami gagal menyelamatkan anaknya," katanya.

Chan menekankan, di masa depan, masyarakat akan tetap jatuh sakit. Namun, para dokter diharapkan akan dapat melakukan tugasnya dengan lebih baik, mulai dari mencegah hingga menangani penyakit.

Investasi pertama yang dibuat oleh Initiative dalam proyek ini adalah pengucuran dana sebesar USD600 juta (Rp7,9 triliun) untuk membuat Chan Zuckerberg Biohub, pusat penelitian mandiri yang terletak di Mission Bay. Ini akan menjadi tempat berkumpulnya ahli mesin, ahli biologi, ahli kimia, ahli komputer dan inovator lainnya untuk melakukan kolaborasi. 

Biohub akan dipimpin oleh profesor Joseph DeRisi dan Stephen Quake. Biohub juga akan bekerja sama dengan Stanford University, University of California, San Francisco dan University of California di Berkeley. Sementara orang yang akan memimpin semua proyek sains Initiative adalah peneliti saraf Dr. Cori Bargmanm.



Salah satu rekan Initiative adalah Gates, yang dikenal dengan berbagai kegiatan amalnya di negara-negara berkembang, seperti keinginannya untuk menghapuskan penyakit seperti malaria, TBC, HIV dan polio. Dia berkata, tujuan Initiative untuk menyembuhkan semua penyakit adalah sesuatu yang "sangat berani dan ambisius" meski dia juga berkata, "Kita sangat membutuhkan penelitian seperti ini."

Sean Parker, Co-founder Napster dan mantan President Facebook, merupakan eksekutif tenologi lain yang telah melakukan investasi untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Di bulan April lalu, badan miliknya mendonasikan USD250 juta (Rp3,3 triliun) untuk membuat Parker Institute for Cancer Immunotherapy, yang akan membawahi 300 peneliti di lebih dari 40 laboratorium di AS.

Tujuan dari Parker Institute adalah untuk menyembuhkan kanker dengan membuat pengobatan immunotherapy untuk membantu tubuh pasien melawan sel kanker dengan sistem kekebalan tubuh.


(MMI)

Video /