Layanan Streaming Baru Apple Lebih Murah dari Netflix?

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 19 Jun 2018 11:08 WIB
apple
Layanan Streaming Baru Apple Lebih Murah dari Netflix?
Layanan streaming baru Apple dilaporkan akan menawarkan biaya berlangganan lebih terjangkau dari Netflix.

Jakarta: Tren yang berkembang berkat kesuksesan Netflix, Amazon, HBO, Hulu dan layanan streaming lain yang memproduksi konten orisinal, turut menarik perhatian Apple.

Pada musim panas lalu, rumor yang beredar menyebut Apple berupa untuk turut serta dalam persaingan di ranah tersebut.

Sebelumnya, Apple dirumorkan akan meluncurkan setidaknya 10 acara baru dan konten orisinal pada tahun 2018 ini, dan rencana tersebut dilaporkan berada pada jalur yang tepat.

Sementara itu, beredar laporan terbaru terkait konten video orisinal Apple mendatang, disebut berasal dari pejabat TV yang telah berdiskusi dengan Apple.

Laporan tersebut mengklaim bahwa tim dari Cupertino akan meluncurkan acaranya sebagai layanan berlangganan mandiri, yang ditawarkan dengan biaya lebih terjangkau jika dibandingkan dengan biaya berlangganan Netflix.

Biaya berlangganan standar yang diajukan Netflix saat ini adalah USD11 (Rp152 ribu) per bulan di Amerika Serikat, sehingga Apple diperkirakan akan menawarkan layanan streaming karyanya dengan harga sebesar USD9,99 (Rp138 ribu) serupa Apple Music.

Sebagai alternatif, Apple juga menyebut bahwa layanan ini akan ditawarkan dengan paket penawaran termasuk video, musik, serta bonus layanan lain seperti AppleCare.

Dengan basis instalasi dan penonton potensial sebanyak lebih dari satu miliar orang yang terbiasa berlangganan media melalui iTunes, Apple diperkirakan dapat langsung menjadi hal besar selanjutnya pada kategori layanan trendi.

Berbeda dengan Netflix, yang menjadi populer secara signifikan dan didorong oleh jumlah hutang yang berlebihan, Apple diperkirakan akan memanfaatkan pendekatan lebih terukur.

Apple diprediksi akan mengalokasikan dana sebesar satu miliar untuk menguji pasar layanan streaming konten orisinal.

Namun hal ini tidak berarti Apple tidak ambisius, sebab Eddy Cue sebelumnya menyebut bahwa perusahaannya ingin mengakuisisi atau memproduksi acara dengan level serupa Game of Thrones. Dengan dana yang dimiliki Apple, keinginan tersebut bukanlah hal mustahil.

Sebagai perbandingan, HBO menggelontorkan dana sebesar USD2 miliar (Rp27,8 triliun) untuk pengembangan program orisinal, dan Apple dinilai mampu menginvestasikan dana hingga dua atau tiga kali lipat lebih banyak dari HBO.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.