Korea Utara Buat Malware Targetkan Pengkhianat

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 21 May 2018 08:37 WIB
cyber security
Korea Utara Buat Malware Targetkan Pengkhianat
Ilustrasi. (Greg Baker/AFP/Getty Images)

Jakarta: Biasanya, malware masuk ke dalam aplikasi mobile dengan tujuan menipu korban. Namun, para peneliti McAfee baru saja menemukan malware yang memiliki tujuan yang lebih jahat. 

Grup Korea Utara yang dinamai Sun Team belum lama ini merilis tiga aplikasi di Google Play. Ketiga aplikasi itu menargetkan orang-orang yang melarikan diri dari pemerintah negara tersebut.

Para penyerang akan menghubungi calon korban melalui Facebook dan mendorong mereka untuk memasang aplikasi makanan dan keamanan yang seolah-olah belum dirilis resmi di Play Store, lapor Engadget

Ketika aplikasi ini di pasang, aplikasi-aplikasi ini akan mengirimkan kontak, foto dan SMS pada para penyerang menggunakan Dropbox dan layanan email asal Rusia, Yandex.

Selain untuk mengunggah data korban, kedua layanan itu juga digunakan untuk mengirimkan kembali perintah ke perangkat korban. 

Serangan yang dinamai RedDawn ini bukanlah serangan pertama yang dilakukan Sun Team. Pada bulan Januari, McAfee juga menemukan serangan lain. Namun, serangan itu mendorong pengguna mengunduh aplikasi dari luar Play Store.

Dengan kata lain, calon korban harus mengunduh aplikasi yang terinfeksi secara manual di luar Play Store. Serangan kali ini memiliki kemungkinan lebih besar berhasil karena banyak orang yang percaya pada aplikasi yang ada pada Google Play. 

Masih belum diketahui apakah pemerintah Korea Utara merupakan dalang di balik serangan ini. Kepada Ars Technica, McAfee berkata bahwa mereka percaya Sun Team adalah kelompok yang berbeda dari grup Lazarus yang mendapatkan dukungan pemerintah.

Masih belum diketahui juga seberapa sukses serangan ini mengingat tidak ada laporan terkait korban yang terinfeksi. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.