Fokus Garap Chatbot, Microsoft Akuisisi Semantic Machines

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 21 May 2018 11:47 WIB
microsoftkecerdasan buatan
Fokus Garap Chatbot, Microsoft Akuisisi Semantic Machines
Chatbot XiaoIce buatan Microsoft juga diluncurkan di Indonesia. (Digital Trends)

Jakarta: Microsoft baru saja mengakuisisi Semantic Machines Inc. Mengingat perusahaan asal Redmond itu tengah sibuk mengembangkan Cortana, akuisisi ini sangat masuk akal. 

Microsoft mengakuisisi Semantic Machines tidak hanya untuk mendorong pengembangan Cortana tapi juga chatbot sosial seperti XiaoIce, yang telah berpartisipasi dalam 30 miliar pembicaraan di Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, India dan Indonesia, lapor CNET

Semantic Machines Inc menjelaskan dirinya sebagai perusahaan yang mengembangkan teknologi dasar yang memungkinkan manusia untuk berinteraksi dengan komputer secara natural.

Perusahaan ini dipimpin wirausahawan Dan Roth, profesor UC Berkeley Dan Klein dan profesor Stanford University, Percy Liang. 

"Dengan akuisisi Semantic Machines, kami telah membuat pusat AI yang bisa mengobrol di Berkeley untuk mendorong batasan terkait apa yang bisa dilakukan dalam antarmuka bahasa," kata David Ku, CVP dan Chief Technology Officer dari Microsoft AI & Research. 

"Menggabungkan teknologi Semantic Machines dengan teknologi AI Microsoft sendiri, kami bertujuan untuk membuat pengalaman penggunaan yang lebih produktif, natural dan lebih kuat yang akan membawa komputasi suara ke level baru."

Sebelum ini, Google telah memamerkan Duplex, yang membuat asisten virtual Assistant terdengar layaknya manusia. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.