Google Pastikan Pengguna Assistant Tidak Alami Insiden Amazon Echo

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 01 Jun 2018 07:59 WIB
google
Google Pastikan Pengguna Assistant Tidak Alami Insiden Amazon Echo
Head of Marketing Google Indonesia Veronica Utami.

Jakarta: Pengguna teknologi asisten virtual sempat dihebohkan oleh pemberitaan terkait tingkah laku unik Alexa, asisten digital Amazon, yang tertanam di speaker cerdas Echo.

Alexa dilaporkan merekam percakapan pribadi antara pemilik dan suami, dan mengirimkannya kepada salah satu kontak tanpa sepengetahuan mereka.

"Kami bisa memastikan hal tersebut tidak akan dialami pengguna Assistant, karena pengguna harus long press tombol Home dulu, baru bisa akses dan manfaatkann kemampuan Assistant," ujar Head of Marketing Google Indonesia Veronica Utami.

Tindakan menekan tombol Home selama beberapa saat tersebut juga disebut Veronica untuk memastikan bahwa pengguna benar-benar memiliki niatan berinteraksi dengan Assistant, sehingga insiden yang dialami pengguna Amazon Alexa tidak terjadi.

Sebelumnya, asisten virtual Google ini juga dapat diakses melalui perintah suara dengan mengucapkan kata kunci "Ok Google".

Selain itu, kehadiran Google Assistant lebih terfokus pada perangkat smartphone, sebagai perangkat yang paling banyak digunakan pengguna Indonesia untuk mengakses asisten digital tersebut.

Hal tersebut mengingat speaker cerdas karya Google, yaitu lini Google Home belum resmi tersedia di Indonesia. Saat disinggung waktu kehadiran speaker cerdas Google Home di Indonesia, Veronica mengaku belum dapat berbagi informasi terkait hal ini, dan meminta konsumen untuk bersabar.

Selain itu, Veronica juga menyebut bahwa Google menyerahkan sepenuhnya kendali terkait dengan perekaman data yang akan dimanfaatkan Assistant sebagai bahan pembelajaran. Hal ini ditegaskan Veronica sebagai bentuk penghormatan Google terhadap privasi penggunanya.

Dengan kendali tersebut, pengguna dapat memilih untuk menentukan hal yang dapat diakses dan direkam oleh Assistant, melalui proses privacy checkup di myaccount.google.com. Melalui menu pengaturan pada situs dukungan tersebut, pengguna juga dapat memilih untuk menonaktifkan akses Assistant pada data mereka jika keberatan dengan tindakan tersebut.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.