Bos Snapchat: Facebook Harusnya Tiru Perlindungan Data Kami

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 30 May 2018 12:04 WIB
media sosialfacebooksnapchat
Bos Snapchat: Facebook Harusnya Tiru Perlindungan Data Kami
CEO Snap Evan Spiegel.

Jakarta: CEO Snap Evan Spiegel secara terbuka membahas keputusan Facebook untuk meniru produk mereka. Bercanda, dia berkata bahwa Facebook seharusnya meniru pendekatan Snap terkait data pengguna yang mereka kumpulkan. 

"Kami akan sangat menghargai Facebook jika mereka meniru praktek perlindungan data kami," kata Spiegel dalam Code Conference yang diadakan di Southern California. 

Pewawancara Kara Swisher bertanya pendapat Spiegel tentang keputusan Facebook untuk meniru beberapa produk utama Snapchat, seperti Story -- post yang otomatis menghilang setelah 24 jam -- atau lensa Augmented Reality, lapor The Verge.

Pada awalnya, Spiegel berkata bahwa istrinya, Miranda Kerr lebih kesal dengan keputusan Facebook ini daripada dia. Dalam sebuah wawancara tahun lalu, Kerr berkata bahwa dia heran dan kesal dengan keputusan Facebook. 

Namun, Spiegel kemudian mengangkat masalah privasi data -- berbulan-bulan setelah Facebook terkena skandal global terkait Cambridge Analytica -- dan mengundang tawa dari para penonton. 

Memang, Snap mengumpulkan data lebih sedikit jika dibandingkan dengan Facebook. Namun, mereka tetap membiarkan para pengiklan untuk membuat iklan tertarget berdasarkan kriteria demografi yang dikumpulkan perusahaan media sosial itu.

Snap tidak pernah memberikan API yang memungkinkan pengguna untuk memberikan informasi teman mereka pada pihak ketiga, seperti yang dilakukan oleh Facebook. 

"Jika Anda mendesain sesuatu yang begitu simpel dan elegan, sehingga satu-satunya hal yang orang lain bisa lakukan adalah menirunya... sebagai seorang desainer, itu adalah hal paling hebat yang bisa Anda lakukan," kata Spiegel. 

Meskipun mendapat kecaman karena meniru produk Snapchat, keputusan Facebook itu sangat efektif dalam mendorong pertumbuhan pengguna.

Fitur Story pada Instagram membantu media sosial itu meningkatkan jumlah pengguna sementara fitur serupa Story pada WhatsApp -- bernama Status -- adalah fitur yang paling sering digunakan di dunia. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.