Giliran ASUS X505ZA Bawa Ryzen Generasi Dua ke Indonesia

Mohammad Mamduh    •    Selasa, 07 Aug 2018 23:40 WIB
amdasus
Giliran ASUS X505ZA Bawa Ryzen Generasi Dua ke Indonesia
Peluncuran ASUS X505ZA di Jakarta, Selasa 7 Agustus 2018

Jakarta: Bertempat di Jakarta, ASUS secara resmi mengumumkan laptop terbaru mereka yang mengadopsi prosesor buatan pesaing Intel. ASUS X505ZA menjadi laptop berikutnya yang masuk pasar Indonesia, dengan prosesor AMD Ryzen generasi kedua.

Apa yang menjadi kelebihannya adalah target pasar mengenah dari segi harga dan spesifikasi yang terpasang.

“Kami tetap menawarkan desain yang trendi serta tingkat ketebalan yang rendah,” kata Jimmy Lin, ASUS SEA Regional Director dalam cara peluncurannya, Selasa 7 Agustus 2018.

Memang secara desain, ASUS X505ZA tidak berbeda dari laptop ASUS seri lainnya. Apa yang menjadi fokus utama adalah penggunaan prosesor AMD Ryzen generasi kedua, yang hadir dalam tiga varian: Ryzen 3 2200U, Ryzen 5 2500U, dan Ryzen 7 2700U.

ASUS X505ZA mengusung layar 15,6 inci 1366 x 768 dan rasio layar ke bodi 82 persen. Ukuran ini diklaim cocok untuk berbagai skenario penggunaan, mulai dari bekerja, mengolah multimedia, memutar film, sampai bermain game. Laptop ini juga memiliki berat 1,68 kg, dengan tingkat ketebalan 18,9 mm.



Tergantung prosesornya, ASUS X505ZA menawarkan kapasitas penyimpanan HDD 1TB, dengan dukungan pilihan RAM 4GB atau 8GB.

“Kita menyediakan pilihan single-channel dan dual-channel, berdasarkan prosesor yang digunakan,” kata Jimmy. Untuk varian Ryzen 3 hanya mendukung single-channel, sementara varian Ryzen 5 menyediakan slot RAM tambahan untuk penerapan dual-channel.

Beberapa fitur lainnya yang ASUS pasang pada X505ZA adalah gestur melalui touchpad yang akan mempercepat akses pengguna ke beberapa perintah. Ada juga ASUS SonicMaster untuk meningkatkan kualitas audio.

Sementara untuk antarmukanya, ASUS X505ZA menyediakan 1 port USB Type-C, 1 port USB 3.0, 2 port USB 2.0, 1 port Ethernet, dan 1 port HDMI 1.4.

ASUS X505ZA tersedia dalam pilihan warna Dark Grey, dengan harga mulai dari Rp6.099.000 untuk varian Ryzen 3, dan Rp12.799.000 untuk varian Ryzen 7. Khusus untuk seri yang menggunakan prosesor 2700U baru akan tersedia pada kuartal keempat tahun ini.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.