Tuai Kritik, Facebook Tetap Bawa Messenger Kids ke Luar AS

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 25 Jun 2018 16:06 WIB
media sosialfacebook
Tuai Kritik, Facebook Tetap Bawa Messenger Kids ke Luar AS
Messenger Kids ditujukan untuk anak-anak di bawah umur 13 tahun.

Jakarta: Facebook meluncurkan Messenger Kids, aplikasi chatting untuk anak-anak di bawah 13 tahun, ke ngara-negara di luar Amerika Serikat.

Meski mendapatkan banyak kritik dari grup perlindungan anak, Facebook mengumumkan bahwa mereka akan merilis Messenger Kids di Peru dan Kanada. Mereka juga menyediakan bahasa Spanyol dan Prancis di aplikasi itu. 

Seperti yang disebutkan oleh CNET, Facebook memperkenalkan Messenger Kids pada Desember tahun lalu. Aplikasi itu adalah aplikasi chatting yang terpisah dari media sosial Facebook atau Facebook Messenger, yang memiliki batas umur yaitu 13 tahun. 

Messenger Kids tidak menampilkan iklan atau pembelian dalam aplikasi. Facebook mengklaim bahwa Messenger Kids dibuat sesuai dengan COPPA, peraturan yang melindungi privasi anak di dunia online di AS. Data yang dikumpulkan tidak akan digunakan untuk menampilkan iklan tertarget. 

Facebook kukuh merilis Messenger Kids di luar AS, bahkan ketika aplikasi tersebut mendapat kritik dari grup edukasi, konsumen dan pengembangan anak, yang menyebutkan bahwa membiarkan anak dan remaja muda menggunakan media sosial memiliki bahaya tersendiri. 

Sementara itu, Facebook berkata bahwa mereka secara rutin berdiskusi dengan grup-grup perlindungan anak ketika mereka mengembangkan aplikasi Messenger Kids.

Untuk melakukan ekspansi aplikasi ini, Facebook bekerja sama dengan berbagai grup seperti Media Smarts, grup nirlaba di Kanada yang fokus pada literasi digital untuk anak. 

Juru bicara Facebook dan Media Smarts berkata bahwa media sosial tidak membayar organisasi nirlaba itu. Namun, Media Smarts mengaku bahwa Facebook adalah salah satu sponsor terbesar mereka. Mereka mengklaim mereka tetap bertindak independen. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.