Kominfo Ingin Facebook Tetap Selidiki Penyalahgunaan Data Pengguna

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 07 May 2018 15:38 WIB
media sosialfacebookCambridge Analytica
Kominfo Ingin Facebook Tetap Selidiki Penyalahgunaan Data Pengguna
Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Jakarta: Pihak Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Facebook melakukan pertemuan di Gedung Kementrian Kominfo pada hari ini, Senin (7/5/2018) untuk kembali membahas tentang bocornya data pengguna Facebook Indonesia dalam kasus Cambridge Analytica. 

Usai melakukan rapat tertutup dengan pihak Facebook, Menkominfo Rudiantara bersama VP Public Policy Facebook APAC Simon Milner menggelar konferensi pers singkat dengan awak media. Dalam sesi tersebut, kedua belah pihak mengungkap, Facebook menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan Indonesia untuk menyelesaikan kasus tersebut.

"Kami hadir dan bertemu untuk membahas kasus ini dan langkah yang kami ambil untuk memberikan jaminan keamanan data pengguna Facebook di Indonesia dan juga membahas soal pemberantasan konten negatif," ungkap Milner.

Pada saat yang sama, Milner menyatakan bahwa Facebook juga tengah menunggu hasil audit dari pemerintah Inggris terhadap Cambridge Analytica sehingga Facebook belum bisa memberikan jawaban jelas tentang ujung dari permasalahan tersebut. Memang, perusahaan konsultansi Cambridge Analytica berbasis di Inggris.

"Sambil menunggu, Facebook tetap membentuk tim investigasi sendiri untuk menelusuri aplikasi atau developer lain yang juga melakukan tindakan seperti Cambridge Analytica di layanan kami pada tahun 2014. Hasilnya nanti tentu saja akan kami informasikan kepada dunia dan kami juga menginformasikannya kepada pihak kementrian dan kepolisian," ujar Milner.

Rudiantara juga menuturkan hal yang sama. Namun,  dia menekankan bahwa Facebook juga harus melakukan investigasi sendiri untuk memastikan tidak ada aplikasi lain di dalam Facebook yang ternyata sama seperti Cambridge Analytica.

"Facebook harus investigasi secara paralel, cari tahu apakah ada aplikasi serupa Cambridge Analytica seperti AggregateIQ dan CubeYou. Di Indonesia, Facebook juga punya pekerjaan rumah yakni meningkatkam skor performa dari evaluasi yang dilakukan Kominfo," tegas Rudiantara.

Rudiantara menegaskan bahwa dirinya tidak ragu untuk memblokir Facebook jika media sosial itu menjadi media yang memprovokasi perpecahan di Indonesia. Dia tidak mau kasus konten negatif Facebook seperti yang terjadi pada Rohingya di Myannmar dan kasus di Sri Lanka terjadi di Indonesia.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.