Cisco Umumkan Kerja Sama Percepatan Digitalisasi dengan Indonesia

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 14 Sep 2018 14:41 WIB
ciscocorporate
Cisco Umumkan Kerja Sama Percepatan Digitalisasi dengan Indonesia
Cisco mengumumkan kerja sama dengan Indonesia dalam penyelenggaraan program Country Digital Acceleration (CDA).

Jakarta: Cisco mengumumkan kesepakatan kerja sama dengan Indonesia dalam penyelenggaraan program Country Digital Acceleration (CDA).

Program kerja sama ini diumumkan pada pertemuan antara Presiden Joko Widodo serta Presiden Cisco ASEAN Naven Menon dan Managing Director Cisco Indonesia, Marina Kacaribu.

Kerja sama ini ditujukan untuk mempercepat agenda digitalisasi, sehingga lebih cepat dan lebih efektif dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Program di Indonesia ini akan terfokus pada lima area utama, yaitu pemerintahan digital, industri digital, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) digital, keamanan siber, dan inklusi digital.

"Pertumbuhan ekonomi digital bisa ditingkatkan dengan memperbaiki efisiensi layanan publik, membangun kemampuan inovasi lokal, dan digitalisasi Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia," ujar Presiden Cisco ASEAN Naven Menon.

Sementara itu, Marina menyebut bahwa terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan misi dan agenda digital Nasional Indonesia. Hal tersebut termasuk memastikan kemampuan keamanan siber di seluruh Indonesia dapat sejalan dengan adopsi digital.

Marina juga menilai Indonesia membutuhkan lebih banyak tenaga kerja dengan kemahiran teknologi tinggi. Melalui Cisco Networking Academy, Cisco menyebut telah melatih lebih dari 212.000 siswa di Indonesia, melalui kontribusi dalam bentuk alat, sumber daya, dan instruktur.

Melalui kerja sama dengan pemerintah ini, Cisco berharap akan mampu berpartisipasi untuk menciptakan tenaga kerja andal di masa depan. Tidak hanya Cisco, kerja sama ini juga disambut baik oleh pemerintah Indonesia.

Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) Thomas Lembong mengatakan bahwa perekonomian Indonesia tengah bertransformasi menjadi ekonomi digital, seiring dengan tren yang terjadi saat ini dan meningkatnya jumlah penduduk kelas menengah serta tenaga kerja muda mahir di bidang teknologi.

Tom juga memperkirakan akan menginvestasikan sebanyak dua hingga tiga miliar rupiah per tahun ke sektor e-commerce.

Selain itu, Thomas juga menyebut bahwa pemerintah harus menyediakan platform andal, dan merumuskan peraturan untuk memastikan ekonomi digital mematuhi standar keamanan dunia maya dan memberikan kontribusi bagi kemakmuran masyarakat.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.