Amadeus: Medsos Mudah Bujuk Milenial untuk Pergi Berwisata

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Sabtu, 04 Aug 2018 10:09 WIB
teknologi
Amadeus: Medsos Mudah Bujuk Milenial untuk Pergi Berwisata
Ilustrasi.

Jakarta: Saat ini, lebih dari 45 persen populasi Asia Pasifik merupakan generasi milenial. Sementara diperkirakan, pada 2020, lebih dari 60 persen milenial dunia akan ada di Asia Pasifik.

Inilah yang mendorong Amadeus untuk merilis Journe of Me Insights: What Asia Pacific Millenial Travelers Want. Survei itu memiliki 6.870 responden dengan 45 persen di antaranya merupakan milenial.

Milenial lebih aktif menggunakan teknologi baru. Hal ini terlihat dari fakta bahwa 42 persen milenial menggunakan aplikasi ride-sharing ketika berpergian sementara 35 persen mengatakan mereka menggunakan layanan sharing economy.

Sebanyak 31 persen milenial di Asia Pasifik ingin mendapatkan informasi perjalanan dari email. Namun, di Indonesia, milenial lebih suka mengakses informasi perjalanan di media sosial. Hanya 19 persen milenial yang memilih email sebagai sumber informasi sementara 34 persen memilih media sosial.

"Generasi milenial menarik karena mereka tumbuh dengan internet dan teknologi. Mereka terbuka untuk mencoba pengalaman baru. Penyedia perjalanan harus mengadopsi teknologi, strategi dan cara pikir baru jika ingin bisa menangkap pangsa pasar milenial," kata Andy Yeow, General Manger Amadeus Indonesia.

Menariknya, keluarga dan teman merupakan pihak yang memberikan pengaruh paling besar terkait destinasi pilihan generasi milenial Indonesia.

Selain itu, mereka juga memerhatikan situs pemesanan online dan media sosial. Influencer justru memiliki pengaruh yang paling kecil, lebih kecil dari brosur dan petunjuk perjalanan.

"Meskipun milenial mungkin masih mengacu pada influencer untuk tren, ide dan inspirasi, saya percaya mereka juga menjadi semakin pintar dalam bagaimana mereka mengevaluasi influencer," kata Yeow.

Di Indonesia, 42 persen milenial paling tertarik dengan rekomendasi perjalanan untuk menghemat biaya, 35 persen mengatakan perjalanan yang lebih nyaman adalah rekomendasi terbaik dan 30 persen lain mengatakan mereka mengutamakan pengalaman baru.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.